El Nino Godzilla: Kemarau Panjang dan Risiko Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Badang Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino dengan intensitas kuat, yang sering disebut "El Nino Godzilla", pada tahun ini. Prediksi ini menandakan musim kemarau yang jauh lebih panjang dan kering, terutama di wilayah barat dan selatan.
Menurut Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, El Nino "Godzilla" merupakan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang sangat signifikan. “Kondisi ini menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering,” tulis Erma melalui akun resmi Instagram @brin_indonesia pada Selasa, 24 Maret 2026.
Situasi ini diperparah oleh munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi keduanya membuat awan hujan terkonsentrasi di Samudra Pasifik, sementara wilayah Indonesia justru mengalami kekosongan awan dan curah hujan yang minim.
Selain dampak lingkungan, suhu panas yang menyengat akibat El Nino Godzilla juga membawa risiko serius bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari Healthline, berikut beberapa masalah medis yang perlu diwaspadai:
Serangan Migrain
Paparan suhu tinggi dan kelembapan ekstrem dapat memicu sakit kepala hebat. Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa cuaca panas merupakan salah satu pemicu utama serangan migrain bagi ribuan orang.
Serangan Jantung
Saat suhu lingkungan melebihi suhu tubuh normal, jantung harus bekerja ekstra keras dan berdetak lebih cepat untuk mengedarkan darah ke kulit demi proses pendinginan (keringat). Beban kerja yang berat ini meningkatkan risiko fatalitas bagi penderita gangguan jantung.
Stroke
Panas ekstrem memberikan tekanan hebat pada sistem pembuluh darah. Risiko ini meningkat drastis pada lansia, terutama mereka yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Heat Stroke (Sengatan Panas)
Ini adalah kondisi darurat medis. Tanda-tandanya meliputi perubahan perilaku, bicara melantur, kebingungan, hingga kejang. Jika tidak segera ditangani, heat stroke bisa berakibat fatal.
Gangguan Tekanan Darah
Suhu panas bisa menyebabkan tekanan darah menjadi terlalu rendah (akibat kehilangan cairan melalui keringat) atau justru melonjak naik karena tubuh dipaksa bekerja keras untuk mendinginkan suhu internal.
Dehidrasi Akut
Dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar melalui keringat tidak sebanding dengan air yang dikonsumsi. Gejalanya mulai dari mulut kering dan pusing, hingga detak jantung yang meningkat tajam akibat kekurangan volume darah.
Dengan kombinasi El Nino Godzilla dan IOD positif, Indonesia tidak hanya menghadapi kekeringan, tetapi juga risiko kesehatan yang meningkat. Pemerintah dan masyarakat perlu bersiap menghadapi kondisi ini dengan langkah mitigasi dan pencegahan yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
