El Nino 'Godzilla': Risiko Kualitas Udara dan Penyakit Tular

Hari W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
El Nino 'Godzilla': Risiko Kualitas Udara dan Penyakit Tular

Gambar atau konten salah?

Fenomena El Nino ekstrem, yang sering disebut Godzilla, diprediksi akan menimbulkan dampak luas di Indonesia. Dampak ini tidak hanya terletak pada lingkungan dan ketahanan pangan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat.

Direktur Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa El Nino memicu musim kemarau panjang dengan curah hujan rendah. Akibatnya proses rain washing menurun, sehingga polutan udara tidak tersapu hujan dan terakumulasi di atmosfer.

"Udara menjadi stagnan, diperparah lapisan inversi dan angin lemah. Risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, sehingga menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan,"

Selain kualitas udara yang memburuk, suhu yang lebih tinggi dan perubahan lingkungan memicu perkembangan penyakit tular vektor. Genangan air yang terbentuk selama periode tertentu menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Kurangnya curah hujan juga menurunkan kualitas air dan sanitasi. Selama kemarau panjang, ini dapat memicu penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis.

Untuk melindungi diri, Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan berikut:

  • Memantau kualitas udara melalui aplikasi atau situs resmi.
  • Menurunkan aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi.
  • Menutup ventilasi rumah, kantor, atau sekolah saat udara buruk.
  • Memakai penjernih udara dalam ruangan.
  • Hindari paparan asap, termasuk rokok.
  • Gunakan masker saat kualitas udara memburuk.
  • Praktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
  • Konsultasi tenaga medis bila mengalami gangguan kesehatan, terutama pernapasan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menambahkan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama. Ia menekankan pentingnya pencegahan penyakit, khususnya DBD.

"Penyakit pertama yang akan kita hadapi apabila El Nino terjadi, yaitu DBD,"

Karno menegaskan perlunya menjaga kebersihan lingkungan, terutama mengatasi tumpukan sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana intensif kerja bakti, normalisasi saluran air, dan pembersihan lingkungan untuk mengurangi risiko.

El Nino menuntut kesiapsiagaan ekstra. Dengan mengikuti protokol kesehatan, memonitor kualitas udara, dan menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat dapat meminimalisir dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem ini.

El Ninodampak kesehatankualitas udarapenyakit DBDkebakaran hutankebersihan lingkunganprotokol kesehatanDKI Jakarta

Komentar

Memuat komentar...