Embung Pemuda I Dibuka Lagi, Jadi Oase Jogging di Jakarta

Ani R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Embung Pemuda I Dibuka Lagi, Jadi Oase Jogging di Jakarta

Gambar atau konten salah?

Di Jl. Pemuda I RT. 12 RW. 09, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tampak suasana baru yang menyegarkan. Sebelum ini, daerah ini dikenal sebagai area penampungan air yang berfungsi utama untuk mengendalikan banjir. Setelah lebih dari setahun menjalani renovasi besar‑besar dan penataan lanskap, Embung Pemuda I kini secara resmi dibuka kembali untuk umum.

Inisiatif ini bukan sekadar infrastruktur pengendalian banjir. Bagi warga setempat, embung ini menjadi oase baru di pinggiran Jakarta, tempat bersantai, jogging, dan bahkan memancing. Pada hari Selasa, 19 Mei 2026, Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan dua embung di Jakarta Selatan, yakni Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda I Srengseng Sawah.

Proyek ini tidak hanya mengurangi risiko banjir hingga 20 persen, tetapi juga mengubah area penampungan air menjadi ruang publik yang menarik secara visual. Pemandangan ini mengundang pejalan kaki sore dan pecinta olahraga, menambah nilai estetika sekaligus fungsi sosial.

Ketika dikunjungi pada hari Rabu, 20 Mei 2026, suasana tenang langsung menyelimuti area Embung Pemuda I. Perairan tenang bendungan itu dibatasi oleh lanskap kontemporer dan dek kayu yang ramping, membentang anggun di atas air. Di sudut jembatan, papan nama ikonik berukuran besar bertuliskan “EMBUNG PEMUDA” dihiasi dekorasi alpukat, menonjol sebagai spot foto yang segar dan sangat Instagrammable. Alpukat ini menjadi ciri khas warisan budaya Betawi yang terdapat di Condet/Jagakarsa.

Selama sore, dengungan lembut anak‑anak yang mengayuh sepeda, warga setempat yang dengan puas melemparkan pancing dari jembatan, dan kaum muda yang bersantai menikmati udara sore menciptakan pemandangan hidup dari ruang publik yang kembali semarak ini. Semua elemen tersebut menambah nuansa hidup yang dinamis di area embung.

Bagi Mumuh, seorang pedagang kopi keliling berusia 64 tahun, pembukaan kembali Embung Pemuda I adalah berkah yang sudah lama ia tunggu. Selama hampir dua tahun proyek renovasi berjalan, ia terpaksa kehilangan tempat mengais rezeki utamanya dan harus bertahan hidup dengan berjualan seadanya di rumah sembari menyambi kerja di bengkel.

“Saya dulu udah setahun padahal jualan di sini (sebelum renovasi). Pas direnovasi kan nggak boleh ada yang masuk total. Jadi di rumah aja, jualan di rumah sambil nyetir,” kata Mumuh saat berbincang di lokasi.

Pengembalian Mumuh ke Embung Pemuda pun terbilang penuh ketidaksengajaan. Ia mengaku sering patroli mengecek kondisi pintu gerbang embung. “Ini iseng‑iseng aja tadi ngontrol, ternyata dibuka. Meleng dikit, ya udah buru‑buru aja saya balik lagi ke sini,” ujarnya.

Hari Rabu ini menjadi hari perdana Mumuh menggelar kembali dagangan kopinya sejak embung dibuka lagi. Meski baru hitungan jam mencicipi lapak barunya yang kini jauh lebih rapi, Mumuh optimistis tempat ini akan kembali ramai seperti dulu, terutama saat akhir pekan tiba. “Belum pada tahu semua ini kalau dibuka. Yang pasti Sabtu‑Minggu kayaknya sih harus dari pagi. Kan banyak yang olahraga kalau pagi, jogging,” tambahnya.

Wajah baru Embung Pemuda I memang tampil jauh lebih rapi. Tempat sampah berjejer rapi di sepanjang lintasan jogging. Namun, sebagai warga dan pedagang yang mencintai tempat ini, Mumuh juga menaruh harapan besar kepada para pengunjung agar tidak merusak keindahan yang ada, terutama soal sampah. “Mestinya kalau orangnya pada mengerti mah, habis makan atau minum masukin aja ke tempat sampah. Banyak berjejer begini, nggak nyampe beberapa meter tiap titik ada,” dia menegaskan.

Pesan menjaga kebersihan ini senada dengan apa yang ditegaskan oleh Gubernur Pramono Anung saat peresmian. Pramono menegaskan, “Untuk Embung Jagakarsa dan kemudian Srengseng Sawah, saya minta betul maintenance‑nya dilakukan secara baik,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa Pemprov dan masyarakat bersama-sama harus merawat apa yang sudah dibangun.

Bagi traveler yang mencari tempat pelarian murah meriah di Jakarta Selatan untuk jogging, memancing, Embung Pemuda I Srengseng Sawah siap menyambut. Namun ingat, gerbang area ini biasanya akan ditutup kembali oleh petugas saat senja mulai turun sekitar pukul 17.30 WIB demi keamanan lingkungan.

Dengan renovasi yang memadukan fungsi flood control dan ruang publik, Embung Pemuda I kini menjadi contoh sederhana bagaimana infrastruktur publik dapat diubah menjadi ruang sosial yang menyenangkan. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya perawatan berkelanjutan agar fasilitas tersebut tetap berfungsi dan tetap menarik bagi masyarakat.

Embung Pemuda IRenovasiPengendalian BanjirRuang PublikJoggingMemancingKebersihanGubernur Pramono Anung

Komentar

Memuat komentar...