Fed Pertahankan Suku Bunga 3,50‑3,75% dengan Patah 8‑4
Gambar atau konten salah?
Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50‑3,75% pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 29 April 2026. Keputusan ini datang di tengah perbedaan pendapat di antara anggota dewan.
Delapan anggota, termasuk Ketua Jerome Powell, mendukung arah kebijakan untuk menjaga suku bunga dan memberi sinyal pelonggaran. Empat anggota lainnya mengekspresikan pandangan berbeda, mencerminkan ketegangan dalam panel tersebut. Hasilnya, suara terbelah 8‑4, tingkat perbedaan pendapat tertinggi sejak 1992.
Dalam pernyataannya, The Fed menegaskan, Inflasi masih tinggi, sebagian mencerminkan kenaikan harga energi global baru-baru ini
. Pernyataan ini mengingatkan bahwa inflasi AS masih berada jauh di atas target 2%.
Inflasi yang tinggi didorong oleh kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump serta lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Biasanya, pejabat The Fed mengabaikan guncangan harga sementara, namun durasi lonjakan tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang bagi konsumen.
Mandat ganda The Fed, yang mencakup stabilitas harga dan pasar tenaga kerja, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mulai mereda. Pada bulan Maret, jumlah pekerja di luar sektor pertanian naik 178.000, lebih baik dari perkiraan, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%.
Data ADP untuk bulan April melaporkan pertumbuhan jumlah pekerja swasta mingguan rata-rata sekitar 40.000, menandakan pasar kerja masih sehat meski tidak terlalu kuat.
Keputusan ini mencerminkan ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan internal yang masih memengaruhi inflasi. Sementara pasar mengantisipasi tidak ada perubahan suku bunga bulan ini, perbedaan pendapat di FOMC menunjukkan bahwa keputusan The Fed masih dipertimbangkan secara hati-hati.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
