Festival Balon Udara Gelar Kembali, Hindari Balon Liar
Gambar atau konten salah?
Festival balon udara kembali digelar di Desa Notorejo, Tulungagung, sebagai upaya menyemarakkan Idulfitri sekaligus menekan munculnya balon udara petasan.
Meskipun jumlah peserta tidak sebanyak tahun lalu, acara ini tetap menarik perhatian masyarakat. Sejumlah balon udara tradisional beraneka corak diterbangkan di lapangan MI Mustanul Ulum Notorejo. Berbeda dengan balon liar, balon kreasi ini lebih aman karena dikaitkan dengan tali, sehingga tidak terbang bebas ke angkasa.
Festival ini lebih mengutamakan keindahan dan keunikan corak balon. Kepala Desa Notorejo, Mustakim, menyatakan bahwa acara ini sengaja digelar untuk menekan aksi penerbangan balon liar yang dinilai berbahaya. “Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tetap bisa berkreasi membuat balon udara, tetapi tidak membahayakan. Ini juga sebagai upaya menekan balon liar yang biasanya marak saat Lebaran,” kata Mustakim, Minggu, 29 Maret 2026.
Pemerintah desa bekerja sama dengan remaja masjid dan musala untuk menjadi peserta dan saling beradu berkreasi. Pihaknya berharap ke depan penyelenggaraan festival bisa digelar lebih meriah seperti tahun sebelumnya.
Dengan kegiatan positif ini diharapkan dapat mengurangi munculnya balon udara liar yang dapat membahayakan lalu lintas penerbangan, mengganggu jaringan listrik, dan memicu kebakaran.
Salah seorang peserta, Danang Jauharul Afif, mengatakan bahwa untuk mengikuti festival balon ini pihaknya membutuhkan waktu sekitar empat hari. “Ini waktunya agak mepet hanya empat hari. Untuk kesulitannya terkait presisi, kalau presisi ukurannya dan bentuknya bisa pas,” kata Danang.
Festival ini menunjukkan upaya masyarakat dan pemerintah desa untuk mengedukasi dan mengurangi risiko balon liar, sambil tetap mengekspresikan kreativitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
