Festival Lebaran Depok 2026: 50.000 Pengunjung, 200 UMKM

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 98 dibaca
Bisik.id
Festival Lebaran Depok 2026: 50.000 Pengunjung, 200 UMKM

Gambar atau konten salah?

Festival Lebaran Depok 2026 akan berlangsung dari 5–9 Mei 2026 dan diproyeksikan menarik 50.000 pengunjung. Acara ini menonjolkan kuliner dan perajin lokal, menampilkan 200 pedagang UMKM.

Ketua panitia, Hamzah, mengumumkan bahwa perayaan tahun ini akan lebih meriah. Ia menekankan bahwa area bazar menjadi sorotan utama, menampilkan konsep kuliner yang berakar pada masakan Indonesia. “Kios-kios ini secara khusus diperuntukkan bagi usaha lokal di Kota Depok,” ujar Hamzah kepada media.

Di Alun‑alun Kota Depok, 06 Mei 2026, kerumunan warga tampak ramai. Kegiatan tahunan ini dipadati masyarakat dari berbagai kalangan, menampilkan deretan tenda UMKM yang dipenuhi pengunjung antusias menjelajahi hidangan lezat.

Hamzah menambahkan, “UMKM Depok ini banyak banget. Maka yang wajib dikasih di sini adalah orang‑orang Depok, UMKM Depok yang menjadi binaan DKUM, Dekranasda, dan Disdagin.”

Lebaran Depok 2026 bukan sekadar tentang kelezatan kuliner. Panitia mengadakan lomba “numbuk uli” dan “nganyam ketupat.” Peserta berasal dari pengurus Kumpulan Orang‑Orang Depok (KOOD) serta berbagai organisasi lainnya.

Di tengah suasana perayaan, terlihat sekelompok perempuan menumbuk adonan uli putih dengan alu kayu panjang di dalam wadah besar. Di halaman terpisah, banyak peserta, baik pria maupun wanita, bersemangat berkompetisi. Beberapa wanita mengenakan celemek duduk bersila, merajut daun kelapa menjadi ketupat, helai demi helai.

Suasana budaya semakin meriah ketika sekelompok wanita mengenakan kebaya tradisional, menampilkan warisan lokal sambil memainkan alat musik menyerupai gendang atau tempayan tanah liat.

Panggung utama menampilkan penyerahan sertifikat penghargaan, termasuk satu yang diberikan kepada perwakilan dari beberapa kecamatan. Hamzah menambahkan bahwa tradisi menganyam ketupat memiliki makna kedewasaan yang mendalam bagi laki‑laki asli Depok. “Jadi semua orang Depok itu, anak laki kalau nggak bisa bikin ketupat, namanya bukan anak laki orang Depok,” kata dia.

Dengan target 50.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, panitia optimistis acara ini akan mendongkrak roda perekonomian lokal secara signifikan. “Perputaran uangnya juga hampir miliaran yang di sini,” kata Hamzah. Ia memprediksi puncak kepadatan pengunjung pada Kamis dan Sabtu.

Untuk mengantisipasi lonjakan massa, panitia telah mematangkan koordinasi terkait penyediaan kantong parkir di beberapa gedung yang mampu menampung sekitar 500 hingga 600 unit sepeda motor. Rekayasa lalu lintas, khusus pada acara puncak di hari Sabtu, akan memberlakukan penutupan jalan di dua jalur di area depan lokasi acara. Penutupan terbatas ini direncanakan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga malam hari.

Festival ini menegaskan komitmen Depok untuk mempromosikan produk lokal, melestarikan tradisi, dan menambah pendapatan bagi komunitas UMKM. Dengan kombinasi kuliner, seni, dan kegiatan ekonomi, Lebaran Depok 2026 menjadi contoh bagaimana perayaan keagamaan dapat menjadi platform bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi daerah.

Festival Lebaran DepokUMKMKulinerKebaya TradisionalNumbuk UliMenganyam KetupatEkonomi Lokal

Komentar

Memuat komentar...