Festival Takbir Jogja 2026: Malam Meriah di Malioboro

Ika P. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Festival Takbir Jogja 2026: Malam Meriah di Malioboro

Gambar atau konten salah?

Jogja Takbir Festival 2026 mengisi malam di Malioboro dengan suasana meriah. Acara ini dimulai pukul 19.00 dan berlangsung sampai selesai, menambah keceriaan libur Idul Adha di Yogyakarta.

Rute festival memulai dari depan Gedung DPRD DIY, lalu menuruni Malioboro hingga puncaknya di sebelah timur Museum Sonobudoyo. Sepanjang jalan, para wisatawan menumpuk, menanti pertunjukan yang akan datang.

Di tengah keramaian, Laili (24) hanya berjalan-jalan santai namun terkejut melihat lautan manusia menumpang di trotoar. Ia menoleh dan berkata, “Bagus, unik temanya. Di luar ekspektasi, karena biasanya berbau Islam, tapi ini temanya tentang lingkungan. Meriah,” sambil tersenyum.

Pengunjung lain, Yanti (36) asal Jakarta, terpesona dengan festival ini. Ia mengaku, “Enggak ada sound horeg, semua temanya budaya konservasi. Jawa banget,”. Yanti sebenarnya tidak mengetahui tentang JT Festival sebelumnya, namun melihat banyak orang duduk di pinggir jalan membuatnya penasaran. Ia menambahkan, “Mumpung sudah di sini, jadi ikut nonton,”.

Acara ini dipersembahkan oleh 18 kafilah, 14 di antaranya mewakili 14 kemantren di wilayah Kota Yogyakarta. Tidak ada biaya masuk; semua dapat menikmati alunan gamelan yang dipadu dengan nyanyian “Takbir Allahu Akbar”. Malam di Malioboro terasa berbeda, dengan anak-anak rombongan kafilah menampilkan ilustrasi bunga, sementara pemuda menjadi tim karawitan.

Setiap kafilah tampil semangat dengan atribut unik: bendera, wayang, marching band, dan kostum bunga. Kelompok ibu-ibu juga ikut meramaikan, menampilkan kostum bunga yang memukau.

Festival ini menonjolkan tema lingkungan dan budaya konservasi, memadukan tradisi dengan pesan positif. Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk bersatu, menikmati musik, dan merayakan kebersamaan tanpa biaya.

Jogja Takbir Festival 2026MalioboroBudaya KonservasiKafilah KemantrenGamelanTema LingkunganFestival Tanpa Biaya

Komentar

Memuat komentar...