FFI Gelar Talkshow Susu di Bintaro, Rayakan Hari Susu

Cahyo S. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
FFI Gelar Talkshow Susu di Bintaro, Rayakan Hari Susu

Gambar atau konten salah?

Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti adalah talkshow yang digelar oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI) pada 29–31 Mei 2026 di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Tangerang Selatan. Acara ini dirancang untuk memperingati World Milk Day dan Hari Susu Nusantara yang jatuh pada 1 Juni, sekaligus menyoroti peran susu dalam gaya hidup sehat.

FFI, yang telah hadir di Indonesia lebih dari satu abad, mengajak masyarakat memahami pentingnya pola makan bergizi seimbang. Marketing Director Intan Ayu Kartika menekankan bahwa susu adalah investasi kesehatan jangka panjang karena mengandung nutrisi penting bagi tubuh.

“Bertepatan dengan World Milk Day dan Hari Susu Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia memahami pentingnya pola gizi seimbang, termasuk susu dan berbagai manfaatnya. Susu mengandung nutrisi makro dan mikro seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang berperan mendukung perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu tubuh tetap kuat dan aktif di setiap tahapan kehidupan,” ujar Intan pada acara tersebut.

FFI bekerja sama dengan lebih dari 30 ribu peternak sapi perah lokal, yang setiap hari memasok ratusan ton susu segar ke pabrik di Cikarang. Intan menambahkan bahwa kolaborasi ini memastikan pasokan susu berkualitas tinggi bagi konsumen.

“Acara ini kami hadirkan untuk keluarga. Anak-anak, remaja, maupun orang tua bisa terlibat dan menikmati berbagai aktivitas yang kami siapkan,” kata Intan. Ia menekankan bahwa talkshow ini terbuka bagi semua kalangan, sehingga setiap anggota keluarga dapat belajar tentang manfaat susu.

“Harapannya, kita ingin masyarakat Indonesia semakin sadar, semakin mengerti, bahwa banyak kebaikan dari susu. Makanya, susu sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” lanjut Intan. Ia juga menegaskan komitmen FFI untuk membantu pemerintah mewujudkan generasi yang lebih sehat dan aktif.

“Untuk pemenuhan gizi dan nutrisi yang juga dibarengi dengan hidup aktif. Kita juga ingin menunjukkan bahwa Frisian Flag selalu berkomitmen untuk membantu pemerintah mewujudkan generasi yang lebih sehat dan lebih aktif. Tidak hanya kini, tetapi juga nanti,” tambahnya.

Prof. Dr. Ir. Epi Taufik, Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu di Fakultas Peternakan Institut Peternakan Bogor (IPB), menjelaskan bahwa kualitas susu tidak hanya ditentukan di pabrik, tetapi sudah dimulai sejak tahap peternakan.

“Kualitas susu ditentukan sejak awal. Jika peternak memperhatikan kesehatan ternak, kebersihan lingkungan, serta proses pemerahan yang higienis, maka susu yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang baik, aman, dan memenuhi standar industri,” jelas Prof. Epi.

“Nah itulah kenapa FFI kemudian juga, karena ini berarti kan simbiosis mutualisme ya, FFI juga membutuhkan susu yang berkualitas tinggi, peternak membutuhkan pasar yang membeli, maka saya tahu persis,” tambahnya.

“Dan saya kira itu juga poin bagus ya, bahwa FFI melibatkan akademisi, melibatkan kualitas dalam membina teman‑teman kita ini. Supaya produknya, susunya, itu yang dihasilkan berkualitas tinggi dan aman,” utaranya.

Talkshow juga menampilkan peternak sapi perah lokal perempuan, Rumini, yang berbagi pengalaman menjalankan usaha peternakan sambil berperan sebagai ibu dan perempuan. Ia menegaskan bahwa menjalankan berbagai peran tidak mudah, namun mereka terus belajar dan bergerak maju.

“Sebagai perempuan, ibu, dan peternak, menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sehari‑hari tentu tidak mudah. Namun kami terus belajar dan bergerak maju selangkah demi selangkah,” ujar Rumini.

Rumini juga menyatakan kebanggaannya atas kontribusi susu berkualitas bagi keluarga Indonesia. “Dan juga saya bangga, kami bangga, bagi kami peternakan bukan hanya pekerjaan ya, tapi bentuk kontribusi, untuk menghadirkan kebaikan dan nutrisi untuk seluruh keluarga di Indonesia,” katanya.

Melalui program pengembangan peternak yang dijalankan FFI, Young Farmers Progressive Academy (YFPA), Rumini bersama 11 peternak lainnya mengikuti pelatihan di Belanda selama dua minggu. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pengelolaan peternakan modern.

“Kami belajar banyak dari sistem peternakan di Belanda. Beberapa praktik yang kami pelajari dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan dan produksi susu,” ungkap Rumini.

Rumini menyampaikan apresiasinya kepada FFI atas edukasi dan pendampingan yang terus diberikan. “Saya terima kasih banyak atas bimbingannya dari Frisian Flag, sehingga para peternak itu terus belajar dan berkembang. Melalui edukasi, pendampingan, kita dapat merasakan ya,” jelasnya.

“Sehingga menghasilkan kualitas susu yang nomor satu mungkin ya, dan juga hubungannya itu terus membangun usaha peternakan sapi kini dan nanti,” tambahnya.

Acara talkshow berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, sesi bersama Prof. Epi membahas ilmu susu. Hari kedua menampilkan influencer Shabira Alula dan mom, sementara hari ketiga diramaikan oleh penampilan anak-anak, termasuk Tari Bajul Ijo dan Tari Janger Bali. Ibu-ibu juga berpartisipasi dalam dance performance, diikuti oleh penampilan modern dance, choir, dan musik dari Mydoremi Musical Studio.

Setelah selesai di Bintaro, rangkaian acara Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti akan dilanjutkan di Tunjungan Plaza, Surabaya pada 19–21 Juni 2026.

Secara keseluruhan, Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya susu sebagai bagian dari pola hidup sehat. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan—dari peternak, akademisi, hingga keluarga—acara ini menekankan bahwa kualitas susu dimulai dari peternakan dan berlanjut hingga konsumen akhir. Melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi, FFI berupaya memastikan bahwa susu tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi generasi masa depan.

World Milk DayHari Susu NusantaraFrisian Flag Indonesiasusu berkualitas tinggipeternak sapi perah lokalkesehatan giziYoung Farmers Progressive Academy

Komentar

Memuat komentar...