Flyover Gedangan: Trase Dipindah Sisi Timur, Waktu Lebih Cepat
Gambar atau konten salah?
Pemkab Sidoarjo memulai sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan flyover Gedangan kepada warga terdampak. Acara digelar di Kantor Kecamatan Gedangan pada Senin, 18 Mei 2026. Ratusan pemilik lahan hadir, menandakan partisipasi luas dari masyarakat setempat.
Dalam sesi tersebut, Pemkab mengungkapkan hasil kajian teknis terbaru. Trase proyek dipindahkan ke sisi timur, langkah yang diambil untuk meminimalkan dampak pada lahan pribadi. Perubahan ini juga diharapkan dapat menghemat waktu dan anggaran.
Bupati Subandi menegaskan bahwa flyover Gedangan menjadi program prioritas untuk mengatasi kemacetan menahun di perempatan tersebut. Ia memastikan warga tidak akan dirugikan dalam proses pembebasan lahan. “Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan, justru diuntungkan. Semua akan diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa makelar. Pemkab juga tidak bisa memengaruhi, dan nilai tertinggi yang akan digunakan,” ujar Subandi (19/6/2026).
Menurut rencana, pembebasan lahan akan selesai pada end 2026, sementara pembangunan flyover direncanakan dimulai pada 2027. Proses ini melibatkan pengumpulan dokumen kepemilikan lahan, mulai dari alas hak hingga data bangunan dan tanaman di atas tanah.
Subandi menegaskan bahwa pemilik lahan tidak akan dibebani pajak maupun BPHTB dalam proses pembebasan. “Pemilik lahan tidak akan dibebani pajak maupun BPHTB dalam proses pembebasan,” tegas Subandi.
Di sisi teknis, Makhmud, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, menjelaskan bahwa berdasarkan Detail Engineering Design (DED), trase proyek flyover Gedangan digeser ke sisi timur. Ia menambahkan, “Ada penghematan waktu, efisiensi anggaran, dan pergeseran trase ke sisi timur merupakan pertimbangan teknis DED flyover Gedangan dan hasil geometrik BBPJN menunjukkan sisi timur memiliki daya dukung tanah dan kondisi topografi yang lebih ideal untuk struktur bawah jembatan,” jelas Makhmud.
Ia juga menyoroti bahwa area yang terdampak lebih kecil. “Serta bidang yang terdampak lebih sedikit dengan luas pembebasan lahan yang terdampak adalah 45.822 meter persegi dan 89 KK serta lebih banyak lahan yang berstatus milik negara seperti Polsek, Puskesmas, PDAM, dan lahan milik PT KAI,” tambahnya.
Pemkab meminta warga segera menyiapkan dokumen kepemilikan lahan, agar proses administrasi berjalan lancar. Ia menegaskan pentingnya dukungan masyarakat dan sinergi lintas instansi untuk mewujudkan proyek ini.
Dengan demikian, flyover Gedangan diharapkan dapat segera terealisasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut. “Dengan dukungan masyarakat dan sinergi lintas instansi, proyek flyover Gedangan diharapkan dapat segera terealisasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut,” pungkas Makhmud.
Proyek ini menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan lalu lintas di Sidoarjo, sambil menjaga hak dan kepentingan warga yang terdampak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
