Forum Halalbihalal Lirboyo Usulkan Muktamar 35 di Pesantren
Gambar atau konten salah?
Kediri – Pada hari Kamis, 07 Mei 2024, para Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur mengadakan forum Halalbihalal di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Acara ini diadakan di Aula An‑Nawawy Ponpes Lirboyo dan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Hadir banyak kiai sepuh dan pengurus NU dari berbagai wilayah.
Di antara peserta, hadir KH. Muhammad Anwar Manshur, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. An'im Falahuddin, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, Yahya Cholil Staquf, Amin Said Husni, KH. Muadz Thohir, dan KH. Muhibbul Aman. Selain itu, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, serta seluruh Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur turut hadir.
Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Muid Shohib, menjelaskan bahwa forum ini menghasilkan lima poin rekomendasi yang akan segera dikirimkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satu rekomendasi menekankan agar Muktamar NU ke-35 digelar di pesantren, khususnya di Ponpes Lirboyo, Kediri.
Berikut adalah kelima rekomendasi tersebut:
- Forum memohon PBNU segera menggelar Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 secara bersih, transparan, dan bermartabat, dengan sepenuhnya berpedoman pada AD/ART serta menjunjung tinggi etika sebagai organisasi para ulama.
- PBNU diminta menggelar rapat pleno sebelum pelaksanaan Munas dan Konbes berlangsung.
- Forum mendesak agar setiap pengambilan keputusan dan kebijakan strategis menuju Muktamar melibatkan para sesepuh dari unsur Mustasyar PBNU. Langkah ini dianggap penting sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan ulama senior.
- Forum menegaskan bahwa NU adalah pesantren besar, dan pesantren adalah NU kecil. Atas dasar itu, Muktamar ke-35 didorong untuk diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren guna meneguhkan kembali ruh dan nilai dasar perjuangan jam'iyyah.
- Forum secara khusus mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Lirboyo. Pesantren yang berdiri di Kota Kediri ini dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan keilmuan, kaderisasi ulama, dan pengabdian kepada NU.
Para peserta berharap kelima rekomendasi ini mendapat perhatian serius dari semua pihak. Tujuannya menjaga marwah organisasi, memperkokoh persatuan jam'iyyah, serta memastikan seluruh proses menuju Muktamar ke-35 berjalan dengan penuh hikmah dan tanggung jawab.
Forum ini menegaskan kembali pentingnya peran pesantren dalam kehidupan NU. Dengan menempatkan Muktamar di lingkungan pesantren, diharapkan nilai-nilai dasar jam'iyyah dapat terjaga dan diperkuat. Rekomendasi ini juga menyoroti perlunya keterlibatan sesepuh dalam setiap keputusan strategis, sebagai bentuk penghormatan terhadap pengalaman dan kearifan para ulama senior.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
