Forum Kebijakan 2 Hari: Revitalisasi Rumah Kosong Pedesaan

Dewi M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 107 dibaca
Bisik.id
Forum Kebijakan 2 Hari: Revitalisasi Rumah Kosong Pedesaan

Gambar atau konten salah?

Di Seoul, Jepang dan Korea Selatan menanggapi penurunan penduduk dengan cara yang sama: mengubah desa yang ditinggalkan menjadi hotel desa terdesentralisasi.

Pekan ini, Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan menggelar dua hari Forum Regenerasi Rumah Kosong Pedesaan di Myeongyeong, Provinsi Gyeongsang Utara. Forum ini mengumpulkan pembuat kebijakan daerah dan pelaku inovasi swasta untuk membahas meningkatnya jumlah properti terbengkalai di wilayah pedesaan.

Shunpei Shimada, CEO Satoyume Corp., perusahaan konsultan asal Jepang yang fokus pada revitalisasi wilayah, hadir sebagai tamu kehormatan. Ia juga merupakan penggagas proyek hotel desa di Desa Kosuge, yang kini menjadi salah satu model sukses regenerasi pedesaan di Jepang.

Konsep yang diusung adalah “hotel desa”: satu desa berfungsi layaknya sebuah hotel terpadu. Rumah kosong yang terbengkalai diubah menjadi resepsionis, rumah lain menjadi kamar tamu, pemandian umum dijadikan spa, sementara warga lokal berperan sebagai staf restoran dan layanan bagi wisatawan.

Model ini terbukti berhasil di Kosuge, sebuah desa terpencil yang sebelumnya hampir ditinggalkan penduduknya. Kini, desa tersebut mampu menarik sekitar 180.000 pengunjung setiap tahun.

Korea Selatan mengadopsi pendekatan serupa. Di Mungyeong, pemerintah mengunjungi Sanyang Jeonghaengso, bekas pabrik bir yang telah diubah menjadi ruang budaya multifungsi. Tempat ini memadukan produk pertanian lokal dengan konsep kafe modern, dan berhasil menarik sekitar 60.000 wisatawan dalam satu tahun terakhir.

Keberhasilan ini menunjukkan sinergi antara kreativitas sektor swasta dan dukungan kebijakan pemerintah. Untuk mempercepat transformasi ini, pemerintah Korea meningkatkan subsidi pembongkaran rumah kosong menjadi hingga 16 juta won per unit, lebih dari dua kali lipat sebelumnya.

Selain itu, program Bank Rumah Kosong juga diperluas. Platform daring ini menghubungkan properti terbengkalai dengan warga kota yang ingin pindah dan memulai usaha di daerah.

Langkah berikutnya diarahkan ke Pulau Jeju, di mana “Desa Startup” di Distrik Hankyeong akan mengubah 15 rumah kosong menjadi ruang kerja bersama dan hunian jangka panjang bagi pekerja digital nomaden.

“Sangat penting untuk memandang rumah-rumah kosong bukan sebagai aib, tetapi sebagai sumber daya regional,” kata Jeon Han-young, direktur Biro Kebijakan Pedesaan kementerian.

Dengan kebijakan baru yang tengah disiapkan, Korea Selatan berharap transformasi ini tidak hanya menghidupkan kembali desa-desa yang sepi, tetapi juga menarik generasi baru untuk tinggal dan berkarya di wilayah pedesaan.

Sejak 23 April 2026, forum ini telah menandai langkah konkret kedua negara dalam menghadapi tantangan demografi. Model “hotel desa” dan inisiatif serupa menunjukkan bahwa properti kosong dapat menjadi aset, bukan beban, bagi komunitas pedesaan. Keterlibatan pemerintah, dukungan finansial, dan partisipasi warga lokal menjadi kunci kesuksesan revitalisasi ini.

hotel desarevitalisasi pedesaanrumah kosongkebijakan pemerintahsubsidi pembongkarandigital nomadforum regenerasi rumah kosong

Komentar

Memuat komentar...