Fun Run BPJS Ganesha: Ajarkan Hidup Sehat di Tengah Kota
Gambar atau konten salah?
Di lapangan sepak bola Universitas Pendidikan Ganesha, ribuan orang berlari bersama dalam acara BPJS Kesehatan Fun Run 2026. Kegiatan ini dipersembahkan oleh BPJS Kesehatan, UNDIKSHA, dan komunitas lari Early Miles. Tujuannya sederhana: ajak masyarakat menanam kebiasaan hidup sehat lewat lari.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan, “Menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga lari,” dalam keterangan tertulis, Senin 25 Mei 2026.
Ia juga menambahkan, “Penyakit kronis saat ini bukan lagi hanya dialami usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda dan produktif. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, menjaga pola makan, menjaga Kesehatan mental serta melakukan skrining kesehatan sejak dini,” ujar Pujo.
Data menunjukkan tren peningkatan kasus diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT) di kalangan usia di bawah 45 tahun. Dari 2021 hingga 2025, jumlah peserta JKN yang terdiagnosis DM naik dari 240 ribu menjadi lebih dari 401 ribu, peningkatan sekitar 67,4 %. Sedangkan kasus HT bertambah dari 706 ribu menjadi lebih dari 1 juta, naik 43,9 %.
Perubahan ini juga tercermin dalam pembiayaan. Pada periode yang sama, biaya DM meningkat dari Rp 3,9 triliun pada 2021 menjadi Rp 8,7 triliun pada 2025. Untuk HT, biaya melonjak dari Rp 6,2 triliun menjadi Rp 15,1 triliun. Secara kumulatif, sejak 2014 hingga 2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan sekitar Rp 151,4 triliun untuk dua penyakit tersebut.
Menanggapi angka-angka ini, BPJS Kesehatan menekankan pentingnya pencegahan. Penyakit kronis dapat dicegah lewat perubahan pola hidup sehat dan deteksi dini. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan skrining kesehatan di fasilitas kesehatan atau lewat Aplikasi Mobile JKN.
“Sekarang masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Di dalamnya tersedia berbagai fitur seperti antrean online, informasi peserta, hingga skrining riwayat kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini,” kata Pujo.
Acara Fun Run tidak hanya berfokus pada lari. Terdapat pemeriksaan kesehatan, skrining, edukasi Program JKN, sesi zumba bersama, booth UMKM, serta aktivitas interaktif lainnya. BPJS Kesehatan juga mengajak peserta menjaga keaktifan kepesertaan JKN dengan pembayaran iuran secara rutin dan tepat waktu.
Program Prolanis Muda juga dipromosikan. Seorang peserta Prolanis Muda, Moh Taufiqurrahmann (33), berkata, “Prolanis Muda hadir sebagai upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN usia produktif di bawah 45 tahun yang memiliki risiko atau telah terdiagnosis penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini agar komplikasi penyakit kronis dapat dicegah.”
“Kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Fun Run ini karena tidak hanya mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa.
Wakil Rektor 3 UNDIKSHA, I Ketut Sudiana, menegaskan dukungannya. Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kampanye hidup sehat menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia produktif.
Acara ini juga dihadiri oleh Sekda Buleleng Gede Suyasa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), stakeholder, mitra BPJS Kesehatan, mahasiswa, komunitas lari, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Secara keseluruhan, BPJS Kesehatan menggunakan Fun Run ini sebagai platform untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup aktif dan pemantauan kesehatan. Dengan data peningkatan DM dan HT yang signifikan, upaya promosi lewat lari, skrining, dan aplikasi digital menjadi strategi yang tepat untuk menekan angka penyakit kronis di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
