Gajah Putih Surabaya Vaganza Hampir Patah, Tim Atasi
Gambar atau konten salah?
Surabaya Vaganza 2026 sedang dipersiapkan di Jalan Johar, tepat di depan Kantor Gubernur Jatim. Di tengah persiapan, momen tegang muncul ketika satu kendaraan hias yang menampilkan gajah putih—yang dibangun dari rangkaian bunga cantik warna putih—kira-kira hampir patah. Bagian belakang kiri dekorasi gajah tampak retak, namun setelah diperiksa oleh tim dekorasi, hanya bunyi retak biasa yang terdengar. Replika satwa berbahan rangkaian bunga putih itu tetap aman dan dapat diangkat ke atas truk tronton.
Insiden kecil ini menarik perhatian warga yang berkumpul di lokasi. Beruntung, masalah tersebut segera teratasi, menampilkan kerja keras dan ketelitian seluruh tim dalam menyiapkan karya mereka agar tampil maksimal.
Kesibukan di Jalan Johar sudah terlihat sejak sebelum pukul 16.00 WIB. Banyak orang sibuk memeriksa instalasi kelistrikan, merapikan kabel genset, dan merangkai bunga krisan, aster, dan anthurium pada kendaraan hias raksasa. Selain gajah putih, kendaraan hias lain menampilkan tema produk lokal, seperti cangkir kopi raksasa, rumah bernuansa floral, bangunan kastil abu-abu, lampu neon warna-warni, dan kereta kencana emas.
Petugas Satpol PP Surabaya, Anwar, menjelaskan bahwa sterilisasi area persiapan di Jalan Johar dan penataan urutan kendaraan mulai diberlakukan sejak pukul 16.00 WIB. Sekitar 16 mobil hias dijadwalkan berbaris di lokasi sebelum diberangkatkan.
“Jam 4 itu persiapan untuk mobil-mobil hiasnya. Di depan nanti ditata. Untuk peserta pertama mobil apa, dari di mana, he-eh. Sampai 16 mobil,” kata Anwar saat ditemui detikJatim, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga menceritakan proses pengerjaan mobil hias yang memakan waktu berhari-hari di lokasi.
“Yang datang ya ada yang mulai satu minggu waktu ada. Hiasnya di sini. Yang untuk bebek-bebek jadi, sudah satu minggu di sini. Ada yang pickup, ada yang truk tronton,” jelasnya.
Menjelang acara, Anwar menjelaskan tentang pengalihan arus dan penutupan rute jalan. Sterilisasi penuh akan dilakukan tepat dua jam sebelum acara dimulai.
“Oh, kalau yang di rute ditutup. Kan start nanti jam 6. Jam 6 itu harus semua untuk kendaraan sudah dialihkan semua. Nanti kan ini terus kalau sudah start mulai, untuk ruas jalan sudah steril, enggak ada kendaraan berlalu-lalang,” tuturnya.
Menurut Anwar, pengamanan jalannya acara ini akan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi pemerintah kota.
“Iya, gabungan. Banyak. Setiap OPD dikeluarkan semua, terus dari Polrestabes dan Dishub juga,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan penonton yang tidak tertib atau kondisi chaos, Anwar memastikan pihak panitia telah menyiapkan skema pembatas di sepanjang jalur utama parade.
“Kalau untuk chaos-nya enggak. Masalahnya kan setiap Jalan Pahlawan sampai Siola itu ditutup pagar pembatas barikade. Supaya peserta bisa lewat dengan mulus, terus untuk penonton juga enak,” pungkas Anwar.
Suasana semakin semarak saat lagu khas “Rek Ayo Rek” diputar melalui pengeras suara. Alunan musik menghibur ratusan warga dan anak-anak yang memadati Jalan Johar untuk berswafoto dan melihat proses persiapan dari dekat.
Salah satu warga, Nadin (20), mengaku datang lebih awal bersama adiknya karena antusias menyaksikan parade tahunan ini.
“Iya sama adik. Dia sempat tadi foto-foto dulu di depan kendaraannya. Excited si mau liat nanti gimana,” ujarnya.
Setelah penataan barisan selesai diiringi musik, sekitar pukul 16.10 WIB, rangkaian kendaraan hias mulai bergerak perlahan meninggalkan Jalan Johar menuju titik start utama parade dengan tema Festival of Lights: Garden of Hope.
Tak berselang lama, sekitar pukul 16.17 WIB, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung bersih-bersih dan mengangkut sisa-sisa sampah yang berserakan di jalanan.
Acara ini menampilkan kombinasi seni, budaya, dan teknologi. Setiap kendaraan hias dirancang dengan detail, mulai dari struktur styrofoam hingga dekorasi bunga. Kerja keras tim dekorasi terlihat jelas ketika mereka memeriksa setiap bagian dengan seksama, memastikan tidak ada kerusakan yang dapat mengganggu penampilan.
Pengamanan dan penataan jalur yang ketat menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk menjaga kelancaran parade. Penutupan rute, pengalihan arus, dan penempatan barikade di Jalan Pahlawan sampai Siola dirancang agar peserta dapat lewat dengan aman dan penonton dapat menikmati parade tanpa gangguan.
Musik “Rek Ayo Rek” menjadi latar yang menyemarakkan, menambah semangat warga yang datang lebih awal. Kehadiran warga, terutama anak-anak, menambah warna pada persiapan, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap acara tahunan ini.
Seluruh proses, mulai dari persiapan kendaraan hias, penataan jalur, hingga pembersihan akhir, menunjukkan koordinasi yang baik antara berbagai instansi pemerintah dan panitia. Momen tegang yang sempat terjadi pada kendaraan gajah putih menjadi bukti bahwa setiap detail diperhatikan dengan seksama, sehingga acara dapat berjalan lancar.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan masyarakat, Surabaya Vaganza 2026 siap menampilkan parade yang memukau, menonjolkan kebudayaan dan kreativitas kota Surabaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
