Garam Pink Tidak Lebih Sehat, Garam Putih Lebih Baik Yodium

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Garam Pink Tidak Lebih Sehat, Garam Putih Lebih Baik Yodium

Gambar atau konten salah?

Garam dapur sudah menjadi bahan pokok di meja makan setiap hari. Namun, ketika dibandingkan antara garam pink dan garam putih, banyak orang bertanya‑tanya mana yang lebih sehat.

Selain memberi rasa dan menambah cita rasa, garam juga berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur fungsi saraf, dan memicu kontraksi otot. Semua fungsi ini berasal dari natrium klorida, zat yang ada di semua jenis garam.

Belakangan ini, garam merah muda atau pink salt Himalaya menjadi tren. Banyak yang menganggapnya lebih sehat daripada garam putih, padahal keduanya memiliki fungsi dasar yang sama. Pink salt biasanya ditambang dari Tambang Garam Khewra di Pakistan, dan warnanya yang khas berasal dari kandungan zat besi serta mineral alami seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Karena kandungan natrium sedikit lebih rendah, garam ini sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih baik.

Menurut NDTV Food (06 Mei 2026), klaim bahwa garam pink lebih sehat tidak didukung oleh penelitian kuat. Sebagian besar manfaat yang diklaim hanyalah fungsi dasar natrium klorida, yang juga dimiliki oleh semua jenis garam.

“Sejak banyak orang mengganti penggunaan garam putih dengan garam pink, masalah tiroid meningkat. Garam putih mengandung yodium yang sangat penting untuk fungsi tiroid,” kata ahli gizi Dajmeet. Ia menekankan bahwa garam putih mengandung yodium, nutrisi esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh dan harus diperoleh dari makanan.

Yodium berperan penting dalam fungsi kelenjar tiroid dan mencegah gangguan seperti gondok. Tanpa asupan yodium yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hormon tiroid yang dibutuhkan setiap hari. Sementara natrium dalam garam membantu menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, dan mengatur kontraksi otot, sehingga penting bagi orang yang aktif berolahraga.

Pink salt mengandung hingga 84 mineral tambahan, termasuk kalium dan kalsium. Namun, jumlahnya sangat kecil sehingga tidak memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Bahkan, jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan kalium harian hanya dari garam pink, ia harus mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat besar.

Penggunaan garam pink biasanya disarankan hanya sebagai taburan akhir, bukan pengganti garam dapur. Jika memilih garam pink, penting memastikan asupan yodium tetap terpenuhi dari sumber lain, seperti rumput laut, produk susu, atau ikan.

Selain perbedaan nutrisi, harga garam pink di pasaran umumnya lebih mahal dibandingkan garam putih. Untuk kebutuhan masak sehari‑hari, menggunakan garam putih lebih ekonomis.

Dengan mempertimbangkan fungsi dasar natrium klorida, kandungan yodium, dan biaya, garam putih tetap menjadi pilihan praktis bagi kebanyakan orang. Garam pink dapat dipertimbangkan sebagai alternatif bagi yang menghindari bahan tambahan, namun tidak menggantikan kebutuhan yodium yang penting bagi kesehatan tiroid.

garam pinkgaram putihyodiumtiroidnatrium kloridamineralhargakesehatan

Komentar

Memuat komentar...