Gaslighting di Kalimantan Barat: Dampak Psikologis Siswa
Gambar atau konten salah?
Istilah gaslighting menjadi viral setelah komentar Shindy Lutfiana, pembawa acara di LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, menarik perhatian publik.
Komennya menargetkan seorang siswa SMAN 1 Pontianak, yang kemudian merasa kecil dan diperlakukan tidak adil oleh netizen yang menilai tindakan tersebut sebagai gaslighting.
Sementara itu, psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa gaslighting dapat menimbulkan tiga dampak fatal pada korban.
“Pertama kurangnya percaya diri, korban gaslighting ini akan merasa tidak yakin dengan dia punya pemikiran dan perasaannya. Karena seringkali dimanipulasi atau dibolak-balik oleh lawan bicaranya,” kata Anastasia saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2026). “Dia menjadi kurang percaya diri dengan value yang dia punya, karena setelah melakukan sesuatu yang benar atau yang baik, belum tentu responsnya seperti yang dia pelajari. Hal baik berbuah baik,” sambungnya.
“Dampak kedua, lanjut Anastasia adalah rasa cemas yang mungkin bisa meningkat setelah korban mendapatkan perlakuan manipulasi.”Karena dia menjadi khawatir orang lain akan memahami atau tidak dengan yang kumaksud. Orang lain akan berpikir apa tentang aku? Orang lain akan merasa atau menilai aku cukup baik atau tidak? Jangan-jangan aku dinilai salah?” katanya. “Jangan-jangan aku dinilai berlebihan mungkin, atau aku dinilai yang tidak baik. Jadi intinya mengarah ke sana. Jadi gaslighting membuat diri korban cemas,” sambungnya.
“Konsekuensi yang diterima korban selanjutnya adalah korban bisa saja mengalami mood turun dan mengarah ke sedih hingga depresi.”Jadi pada korban gaslighting biasanya ada yang juga kondisi di mana dia tidak mampu untuk berperang dengan pikiran overthinking, cemasnya, dan turunnya kepercayaan dirinya,” katanya. “Lalu mengarah ke sensasi sedih yang mendalam atau depresi. Merasa tidak dipahami, merasa selalu salah, merasa aku tidak capable, merasa aku tidak ada masa depan baik,” sambungnya.
Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa korban gaslighting seringkali kehilangan kepercayaan diri, mengalami kecemasan, dan mood turun hingga depresi.
Kasus ini menegaskan bahwa komentar publik yang tampak tidak bermakna dapat menimbulkan efek psikologis serius, dan penting bagi pembuat konten untuk mempertimbangkan dampak emosional bagi audiens.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
