Gelombang Panas Memunculkan Rekor Suhu Terpanas di Portugal
Gambar atau konten salah?
Gelombang panas melanda wilayah Eropa Barat, memunculkan suhu ekstrem di banyak kota. Portugal mencatat rekor suhu terpanas bulan Mei ketika kota Mora mencapai 40,3 derajat Celsius pada Rabu, 25 Mei 2026. Rekor ini melampaui suhu tertinggi sebelumnya, 40 derajat Celsius, yang tercatat pada Mei 2001.
Selain Portugal, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, dan Swiss juga merasakan panas yang berlebihan. BBC melaporkan bahwa pada Sabtu, 30 Mei 2026 pemerintah Prancis menggelar rapat untuk menyiapkan respons terhadap cuaca ekstrem, termasuk antisipasi kebakaran hutan dan ketersediaan air selama musim panas.
Di Paris, suhu mencapai 33 derajat Celsius pada Kamis, 26 Mei 2026 dan diperkirakan naik hingga 34 derajat Celsius saat akhir pekan. Sebanyak 17 wilayah di negara ini kini berstatus siaga oranye akibat gelombang panas.
Cuaca panas juga mengganggu aktivitas sekolah. Sebuah sekolah dasar di Souston, wilayah Landes, ditutup setelah suhu di dalam ruangan mencapai 53 derajat Celsius pada awal pekan ini. Meski begitu, ujian baccalaureate atau setara ujian akhir sekolah tetap berlangsung. Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray mengatakan sekolah dapat memilih ruang ujian yang lebih teduh.
“Ujian tetap berjalan karena siswa sudah mempersiapkan diri dan ada jadwal hasil yang harus dipenuhi,” ujar Geffray. Kebijakan ini menuai kritik dari serikat guru, yang menyebut banyak guru terpaksa membawa kipas angin sendiri hingga membuka paksa jendela kelas agar ruangan lebih sejuk.
Gelombang panas juga memengaruhi French Open di Paris. Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, mengaku sempat mengalami pusing dan kelelahan saat bertanding.
“Itu situasi yang sulit. Tapi sebenarnya bukan karena cuaca atau panas, memang kondisi saya saja hari ini,” kata Sinner.
Di Italia, otoritas setempat mengeluarkan peringatan merah gelombang panas untuk kota Roma, Florence, Bologna, Brescia, dan Turin. Peringatan ini menekankan bahwa suhu ekstrem dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Di Spanyol, suhu di Madrid diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius akhir pekan ini. Badan meteorologi setempat menyebut suhu panas kali ini lebih mirip cuaca pada Juli dan Agustus.
Para ilmuwan menjelaskan fenomena ini dipicu heat dome atau kubah panas, yaitu tekanan udara tinggi yang memerangkap udara panas di suatu wilayah. Menurut mereka, perubahan iklim membuat gelombang panas menjadi lebih sering dan lebih ekstrem.
Organisasi PBB juga memperingatkan bahwa suhu rata-rata global diperkirakan tetap berada di level rekor dalam beberapa tahun ke depan. Sebelas tahun terpanas dalam sejarah tercatat terjadi sejak 2015.
Gelombang panas ini menegaskan bahwa suhu ekstrem kini menjadi bagian rutin dari musim panas di Eropa, memaksa pemerintah, sekolah, dan atlet menyesuaikan diri dengan kondisi yang lebih panas dari biasanya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
LA Metro Uji Coba Transportasi Umum Lewat Piala Dunia 2026
28th Sky Beach Club Hadirkan Pantai Atap di Surabaya
Balongsong: Rumah Arwah Sementara Orang Minahasa
Wisatawan Ngaku Diusir, Pemilik Warung Buka Suara
Demam dan Batuk Hantui Norwegia Jelang Lawan Inggris
Indonesia Dorong Seni Ukir Kayu ke UNESCO
Berita Terbaru
306 Kebakaran Hutan di Sumsel, 87 Kasus Terjadi dalam 9 Hari
PBSI Bangli Dorong Bulutangkis Jadi Ekskul SD-SMP
Spanyol Yakin Kalahkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Nyeri Dada di Usia Muda, Jangan Anggap Sepele
4 Peringatan Penting Dunia pada 11 Juli
Anemia Ancam SDM, Bukan Cuma Masalah Kesehatan
Kontroversi MOTM: Yamal Dikritik, Merino Diabaikan
LA Metro Uji Coba Transportasi Umum Lewat Piala Dunia 2026
Wasit Portugal Pinheiro Pimpin Argentina Vs Swiss
