Golongan Darah & Kolesterol: Fakta Cara Menurunkan Risiko

Endah K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Golongan Darah & Kolesterol: Fakta Cara Menurunkan Risiko

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, kebanyakan orang mengaitkan kolesterol tinggi dengan makanan berlemak, gorengan, atau kebiasaan malas bergerak. Namun, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2012 di jurnal *Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology* menambahkan satu faktor lain yang sering diperdebatkan: golongan darah.

Para peneliti mengumpulkan data perkembangan penyakit jantung koroner pada ribuan individu. Dari data tersebut, mereka menemukan bahwa pemilik golongan darah A, B, dan AB memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami masalah kardiovaskular dibandingkan mereka yang bergolongan darah O. Temuan ini menimbulkan pertanyaan: apakah golongan darah benar-benar dapat menjadi patokan akurat untuk memprediksi risiko kolesterol tinggi?

Menanggapi hal ini, Kepala Penasihat Medis untuk Fortune Recommends, Dr. Raj Dasgupta, memberikan penjelasannya. Ia menegaskan bahwa meskipun ada temuan lama yang mengaitkan golongan darah dengan risiko kolesterol, belum ada bukti pasti mengenai mekanisme atau hubungan yang jelas. “Kadar kolesterol seseorang tidak ditentukan secara mentah-mentah oleh golongan darahnya,” jelas Dr. Dasgupta. “Kadar kolesterol sebagian besar dipengaruhi oleh genetika, apa yang Anda makan, dan gaya hidup Anda.”

Dr. Dasgupta menambahkan, kolesterol terdiri dari kolesterol baik (HDL) dan buruk (LDL). LDL yang tinggi dapat menyumbat arteri, yang tidak baik untuk kesehatan jantung. “Kolesterol ‘baik’ (HDL) membantu mengangkat LDL dari arteri, sedangkan LDL ‘buruk’ dapat menumpuk dan menyebabkan penyumbatan.”

Alih-alih memikirkan kaitan golongan darah dengan kolesterol, Dr. Dasgupta menyarankan langkah-langkah praktis untuk menjaga kadar kolesterol tetap aman. Berikut lima langkah yang dapat diterapkan setiap hari:

1. Rutin Mengonsumsi Serat

Dr. Dasgupta sangat menyarankan memperbanyak asupan serat. “Serat dapat mencegah tubuh Anda menyerap terlalu banyak zat ‘buruk’ (LDL), dan ini merupakan perubahan yang mudah. Cukup mulai menambahkan makanan kaya serat setiap hari,” jelasnya. Pilihan makanan kaya serat mudah ditemukan: apel, pisang, pir, kentang, brokoli, kacang polong, popcorn, dan biji bunga matahari. Namun, ia memperingatkan agar tidak langsung menambah serat dalam jumlah berlebih secara mendadak. Efek samping seperti kembung, begah, sembelit, atau diare dapat muncul jika tubuh tidak terbiasa.

2. Pilih Lemak yang Sehat

Meski kolesterol sering dikaitkan dengan konsumsi lemak, tidak semua lemak harus dihindari. Kuncinya adalah memilih jenis lemak yang masuk ke tubuh. “Ganti lemak jenuh (seperti yang ada dalam daging merah dan mentega) dengan lemak yang lebih sehat dari minyak zaitun, kacang-kacangan, atau alpukat,” tutur Dr. Dasgupta. Perubahan kecil ini dapat membuat perbedaan besar dalam menurunkan LDL.

3. Mulai Rutin Olahraga

Olahraga teratur, misalnya jalan cepat selama 30 menit beberapa kali seminggu, terbukti meningkatkan kolesterol baik (HDL). Saat HDL naik, LDL menjadi lebih mudah dikendalikan. Manfaat aktif bergerak ini didukung oleh studi tahun 2022 di *Journal of the American Heart Association*. Penelitian pada pria muda yang melakukan olahraga intensitas sedang hingga tinggi selama 12 minggu menunjukkan perbaikan kadar kolesterol yang signifikan. Bahkan, artikel ilmiah di jurnal *Hypertension* 2021 menyarankan para tenaga medis menjadikan olahraga sebagai ‘obat’ pertama bagi pasien dengan risiko kolesterol tinggi, baik ringan maupun sedang. Dengan demikian, golongan darah tidak perlu menjadi fokus utama.

4. Mengendalikan Konsumsi Gula dan Karbohidrat Olahan

“Camilan manis dan karbohidrat olahan (seperti roti putih) dapat meningkatkan kolesterol,” tegas Dr. Dasgupta. Ia menyarankan menggantinya dengan biji-bijian utuh dan pilihan rendah gula. American Heart Association membatasi konsumsi gula maksimal 36 gram per hari untuk pria dan 25 gram per hari untuk wanita. Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), 100 gram apel Gala sudah mengandung 11,8 gram gula. Jadi, bagi wanita, makan dua porsi apel dengan ukuran tersebut sudah hampir memenuhi kuota gula harian. Untuk karbohidrat, cobalah beralih ke karbohidrat kompleks yang lebih alami (makanan utuh).

5. Cobalah Berhenti Merokok

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah menghentikan kebiasaan merokok. Merokok secara langsung dapat merusak profil lipid tubuh dengan menurunkan kolesterol baik (HDL) sekaligus menaikkan kolesterol buruk (LDL). Kombinasi buruk ini, bila berlangsung lama, memicu kerusakan pembuluh darah dan penyumbatan arteri.

Dengan lima langkah sederhana ini, setiap orang dapat menjaga kolesterol tetap stabil tanpa harus terlalu memikirkan golongan darah. Fokus pada pola makan seimbang, asupan serat, lemak sehat, olahraga teratur, kontrol gula, dan kebiasaan tidak merokok akan memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung. Sementara penelitian tentang golongan darah masih berlangsung, langkah-langkah praktis ini sudah terbukti efektif dan dapat diterapkan oleh semua kalangan.

golongan darahkolesterolHDLLDLseratlemak sehatolahraga

Komentar

Memuat komentar...