GOTO Saham Turun 5,56% Pasca Pernyataan Prabowo Bursa
Gambar atau konten salah?
GOTO melemah di sesi I perdagangan pada Senin, 4 Mei 2026, turun 5,56 % hingga Rp 51 per saham. Saham ini beroperasi di kisaran Rp 50‑51 di paruh pertama sesi.
Volume perdagangan mencapai Rp 1,11 triliun, dengan frekuensi 68 862 transaksi. Net foreign sell mencapai Rp 164,61 miliar, menempatkan GOTO sebagai salah satu saham dengan aksi jual bersih terbesar hari itu.
Secara tahunan, GOTO mencatat net foreign sell sebesar Rp 1,65 triliun. Pada Kamis, 30 April 2026, investor asing juga menjual saham GOTO, mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 119,71 miliar.
Penurunan harga saham ini terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mengajukan permintaan agar aplikasi ojek online (ojol) mengurangi pungutan dari setiap perjalanan penumpang. Ia menyatakan bahwa potongan tersebut harus di bawah 10 %. Menurutnya, tidak adil bila perusahaan meraup keuntungan besar sementara ojol harus bekerja di lapangan.
Prabowo mengungkapkan pandangannya di pidatonya pada perayaan Hari Buruh Internasional. Ia berkata: “Ojol kerja keras, mempertaruhkan jiwanya setiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20%. Gimana ojol setuju 20%? Bagaimana 15%? Berapa?? 10%, kalian minta 10%? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10%.” Ia menyampaikan hal tersebut di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026.
Reaksi pasar terhadap pernyataan Prabowo terlihat di penurunan nilai saham GOTO. Investor asing tampak mengurangi kepemilikan, mencerminkan ketidakpastian terkait kebijakan komisi ojol.
Secara keseluruhan, aksi jual bersih investor asing dan penurunan harga saham GOTO pada sesi I menandakan ketidakpastian pasar. Kebijakan yang diusulkan oleh Presiden dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan, sehingga pasar menanggapi dengan penurunan nilai saham.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
