Gresik Tercapai PAD 98,58% pada LKPJ 2025, Bupati Yani

Lina F. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Gresik Tercapai PAD 98,58% pada LKPJ 2025, Bupati Yani

Gambar atau konten salah?

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengungkapkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 98,58 % pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Penyampaian tersebut berlangsung di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik pada 31 Maret 2026.

Di pembukaannya, Gus Yani mengajak semua elemen masyarakat untuk mempertahankan semangat kolaborasi setelah Hari Raya Idul Fitri. Ia berharap nilai‑nilai Ramadan dapat menjadi dasar dalam membangun Gresik.

“Semoga nilai‑nilai Ramadan menjadi landasan dalam mewujudkan Gresik yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah. Laporan ini menjadi pertanggungjawaban bupati kepada DPRD atas pelaksanaan pemerintahan selama satu tahun anggaran.

Secara fiskal, Pemkab Gresik mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp 3,80 triliun dari target Rp 3,86 triliun. PAD menyumbang Rp 1,47 triliun atau 94,08 % dari target, sementara pendapatan transfer melampaui target dengan capaian 101,6 %. Belanja daerah terealisasi Rp 3,44 triliun atau 87,33 % dari target, terbagi menjadi belanja operasi 90,01 %, belanja modal 60,61 %, belanja tidak terduga 3,14 %, dan belanja transfer 96,78 %. Realisasi pembiayaan daerah mencapai Rp 89,07 miliar atau 108,53 % dari target.

Di bidang pembangunan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gresik tahun 2025 berada di angka 79,69. Indeks Pembangunan Gender mencapai 92,01, sedangkan Indeks Kesalehan Sosial tercatat 81,10. Semua indikator tersebut sesuai target yang ditetapkan.

Untuk kinerja ekonomi, pertumbuhan Gresik berada di angka 4,91 %. Beberapa indikator, seperti kontribusi sektor manufaktur, rasio ekspor bersih, hingga efisiensi investasi, disebut melampaui target.

Di sektor tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Gresik menembus angka 88,01 dengan predikat A atau sangat baik, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

Indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren membaik. Tingkat kemiskinan tercatat 9,95 % dan tingkat pengangguran terbuka 5,47 %, yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan.

Gus Yani menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembangunan daerah. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran disebut sebagai sinyal positif bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Semakin rendah angka tersebut, maka kondisi masyarakat semakin baik. Ini menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh capaian tersebut selaras dengan arah pembangunan Gresik ke depan, yakni menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menutup penyampaian LKPJ, ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

“Gresik akan terus berbenah melalui semangat Nawakarsa Jilid II. Mari kita bersama-sama mengurai permasalahan dan menghadirkan kebijakan yang mampu menyejahterakan masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, laporan menunjukkan bahwa Gresik berhasil menutup tahun anggaran 2025 dengan hampir mencapai target pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Indeks pembangunan dan ekonomi juga menunjukkan peningkatan, sementara indikator kesejahteraan masyarakat menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Hasil ini menegaskan bahwa upaya kolaboratif dan kebijakan yang terfokus pada pembangunan berkelanjutan dapat membawa perubahan positif bagi daerah.

Bupati GresikLaporan Keterangan Pertanggungjawaban 2025Pendapatan Asli Daerah (PAD)Indeks Pembangunan ManusiaPertumbuhan EkonomiKesejahteraan MasyarakatReformasi Birokrasi

Komentar

Memuat komentar...