GSJT Surabaya: Negosiasi Barcode Bisa Akhiri Demo Penuh
Gambar atau konten salah?
Di depan kantor Pertamina di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, aksi demonstrasi gerakan sopir truk Jawa Timur (GSJT) masih berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB pada hari Rabu, 29 April 2024. Para sopir menegaskan bahwa hasil negosiasi menunjukkan kemajuan positif dan mereka berharap satu tuntutan utama dapat dipenuhi Pertamina agar mereka dapat pulang dengan damai.
“Saat ini sedang break menuju negosiasi kedua. Dari pihak Pertamina sudah menyajikan penyelesaian barcode yang terblokir itu bisa 1x24 jam. Yang biasanya itu butuh berhari‑hari,” kata Koordinator GSJT Supriyono ketika ditemui sekitar pukul 19.05 WIB. Pada jam tersebut, Supriyono menjelaskan bahwa pihak Pertamina dan perwakilan GSJT akan melanjutkan negosiasi kedua setelah jeda. Menurutnya, persoalan utama yang masih dibahas adalah solusi bagi kendaraan yang barcode‑nya tiba‑tiba terblokir saat sedang dalam perjalanan distribusi barang.
Ia menambahkan, “Karena ketika kami melakukan penggandaan tangki, itu kan karena barcode‑nya susah, setelah itu jalur logistik yang di Kalimantan juga tidak ada. Ketika barcode terblokir, yang jelas kami kan tidak ngisi. Itu kita lagi cari cara untuk yang terblokir tapi masih bisa ngisi sambil pembaruan sistem 1x24 jam.”
Meski belum ada keputusan final, Supriyono optimistis negosiasi lanjutan akan menghasilkan solusi. Ia menegaskan bahwa apabila tuntutan utama soal barcode dipenuhi, massa aksi siap membubarkan diri dan kembali pulang. “Kalau ini selesai semua, ya kami pulang,” tegasnya. Supriyono menegaskan bahwa persoalan barcode ini bukan masalah baru. Masalah ini sudah menjadi kendala sopir truk sejak 2024. Karena itu, GSJT menilai respons Pertamina kali ini menjadi sinyal baik untuk penyelesaian tuntutan utama mereka. “Kalau dari yang tadi kelihatannya progress kami baik ya. Karena memang persoalan barcode ini bukan persoalan satu kali hari ini, tapi mulai terjadi dari tahun 2024,” tambahnya.
Di tengah proses audiensi, GSJT juga mengimbau peserta aksi tetap tenang dan menjaga ketertiban, termasuk tidak menyalakan klakson berlebihan demi menghormati warga sekitar lokasi aksi. “Kami himbau untuk mematikan sound. Kita kan juga saling menghargai. Karena di belakang juga kampung yang mungkin juga anak‑anak kecil, juga yang mau istirahat,” kata Supriyadi, salah satu perwakilan GSJT.
Ia menekankan pentingnya tidak melakukan tindakan apapun yang dapat memicu atau memperburuk keadaan, apalagi memancing emosional baik antar pihak maupun antar aliansi. Aksi unjuk rasa GSJT di depan kantor Pertamina sudah berlangsung sejak siang hari Rabu, 29 April 2024. Komandan Regu Security Pertamina, Khoirul Naim, menyatakan bahwa saat ini masih berlangsung negosiasi antara pihak aliansi dengan Pertamina. “Tadi sore perwakilan aliansi sudah masuk untuk negosiasi, sempat break juga untuk sholat maghrib, lalu lanjut lagi,” kata Khoirul.
Khoirul menyebut negosiasi berlangsung sejak pukul 16.30 WIB di ruang sales didampingi oleh pihak TNI dan Kepolisian. “Kurang lebih 30 orang yang terlibat dalam negosiasi,” jelasnya. Pihaknya sendiri belum bisa memastikan kapan selesainya negosiasi. Di sisi lain, massa aksi saat ini tampak sabar menunggu hasil di depan kantor Pertamina. Tak sedikit di antara mereka yang menyempatkan tidur di tegah bisingnya semangat para sopir melalui sound horeg yang sudah menemani sejak keberangkatan.
Secara keseluruhan, gerakan sopir truk Jawa Timur menunggu keputusan Pertamina terkait masalah barcode yang menghambat distribusi. Jika solusi 1x24 jam dapat diimplementasikan, aksi ini diperkirakan akan segera berakhir, memungkinkan para sopir pulang dengan aman. Sementara itu, keamanan di area tetap terjaga oleh tim Pertamina, TNI, dan kepolisian, sementara para sopir menunggu hasil akhir negosiasi yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang telah berlangsung sejak tahun 2024.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz