Gua Keramat Misool: Arwah dan Sejarah Islam di Raja Ampat
Gambar atau konten salah?
Gua Keramat terletak di Pulau Misool, Raja Ampat. Masyarakat setempat menganggapnya sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur.
Menurut kepercayaan Islam di Misool, penyebaran agama dimulai dari gua di tepi pantai Teluk Tomolol, Misool Selatan. Gua ini dikenal dengan nama Gua Keramat.
Bentuk gua menimbulkan banyak cerita. Beberapa orang menganggapnya menyerupai hati, putri termenung, burung Garuda, wajah dua manusia yang berhadapan, bahkan kaligrafi kata Allah.
Sebelum masuk, warga diwajibkan mengucapkan “permisi” karena mereka percaya arwah leluhur bersemayam di dalamnya. Tidak semua orang, bahkan warga Misool, dapat menemukan gua ini, apalagi mereka yang bermaksud jahat.
Di dalam gua terdapat stalaktit dan stalagmit, serta dua makam yang diyakini menjadi tempat tinggal suami istri penyebar Islam di Misool, pasangan dari Banda.
Warga Misool sering berziarah ke gua ini, terutama sebelum berangkat menunaikan haji ke Tanah Suci.
Permukaan gua terhubung dengan laut. Karena perahu tidak dapat masuk, pengunjung harus berenang untuk mencapai gua.
Misool adalah pulau terjauh di selatan Raja Ampat. Perjalanan laut dari Sorong memakan waktu sekitar empat hingga lima jam, tergantung kondisi laut dan cuaca. Hindari perjalanan pada bulan Juni hingga September ketika angin muson selatan bertiup kencang.
Ringkasan: Gua Keramat di Pulau Misool adalah tempat bersemayam arwah leluhur dan dianggap penting dalam penyebaran Islam di daerah tersebut. Gua memiliki bentuk yang menimbulkan cerita rakyat, dilengkapi stalaktit, stalagmit, dan makam penyebar Islam. Masyarakat rutin berziarah sebelum haji, dan akses ke gua memerlukan berenang. Perjalanan ke Misool memerlukan waktu perjalanan laut 4‑5 jam, dan tidak disarankan pada musim muson bulan Juni–September.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
