Gua Keramat Misool: Arwah dan Sejarah Islam di Raja Ampat

Bayu K. · 1 min baca · 4 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Gua Keramat Misool: Arwah dan Sejarah Islam di Raja Ampat

Gambar atau konten salah?

Gua Keramat terletak di Pulau Misool, Raja Ampat. Masyarakat setempat menganggapnya sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur.

Menurut kepercayaan Islam di Misool, penyebaran agama dimulai dari gua di tepi pantai Teluk Tomolol, Misool Selatan. Gua ini dikenal dengan nama Gua Keramat.

Bentuk gua menimbulkan banyak cerita. Beberapa orang menganggapnya menyerupai hati, putri termenung, burung Garuda, wajah dua manusia yang berhadapan, bahkan kaligrafi kata Allah.

Sebelum masuk, warga diwajibkan mengucapkan “permisi” karena mereka percaya arwah leluhur bersemayam di dalamnya. Tidak semua orang, bahkan warga Misool, dapat menemukan gua ini, apalagi mereka yang bermaksud jahat.

Di dalam gua terdapat stalaktit dan stalagmit, serta dua makam yang diyakini menjadi tempat tinggal suami istri penyebar Islam di Misool, pasangan dari Banda.

Warga Misool sering berziarah ke gua ini, terutama sebelum berangkat menunaikan haji ke Tanah Suci.

Permukaan gua terhubung dengan laut. Karena perahu tidak dapat masuk, pengunjung harus berenang untuk mencapai gua.

Misool adalah pulau terjauh di selatan Raja Ampat. Perjalanan laut dari Sorong memakan waktu sekitar empat hingga lima jam, tergantung kondisi laut dan cuaca. Hindari perjalanan pada bulan Juni hingga September ketika angin muson selatan bertiup kencang.

Ringkasan: Gua Keramat di Pulau Misool adalah tempat bersemayam arwah leluhur dan dianggap penting dalam penyebaran Islam di daerah tersebut. Gua memiliki bentuk yang menimbulkan cerita rakyat, dilengkapi stalaktit, stalagmit, dan makam penyebar Islam. Masyarakat rutin berziarah sebelum haji, dan akses ke gua memerlukan berenang. Perjalanan ke Misool memerlukan waktu perjalanan laut 4‑5 jam, dan tidak disarankan pada musim muson bulan Juni–September.

MisoolRaja AmpatGua Keramatarwah leluhurpenyebaran IslamTeluk Tomololperjalanan laut

Komentar

Memuat komentar...