Gubernur Jatim Temukan Surplus Hewan Kurban, Target Ekspor

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jatim Temukan Surplus Hewan Kurban, Target Ekspor

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk pada 02 April 2026. Di sana, ia menemukan stok hewan kurban yang surplus dan siap memenuhi kebutuhan provinsi lain serta membuka peluang ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi.

Menurut data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Indyah Aryani, jumlah hewan kurban yang tersedia pada tahun ini mencapai 1.029.119 ekor sapi, 943.503 ekor kambing, 444.600 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau. Sementara itu, permintaan total diperkirakan sekitar 427.600 ekor. “Jadi kita surplus besar, sapi lebih dari 600 ribu, kambing 650 ribu, domba 500 ribu,” ujarnya.

Gubernur menegaskan bahwa potensi besar ini tidak hanya untuk pasar domestik. “Baru kemarin saya bertemu Dubes Saudi Arabia. Beliau tertarik dengan potensi ternak kita. Saya sampaikan bahwa populasi sapi, domba, dan unggas di Jatim ini tertinggi di Indonesia, dan RPH Halal kita sudah mayoritas,” ungkap Khofifah.

Ia juga memuji kualitas sapi di Nganjuk, khususnya di Kandang Sapi Baru yang saat ini menampung 224 ekor sapi kurban. “Sapi Baru Nganjuk ini besar dan sehat. Ini harus menjadi peluang baru. Tugas kita bersama membangun akses pasar, terutama di luar negeri karena potensinya sangat besar,” tandasnya.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menambahkan bahwa semua sapi yang ditinjau bersama gubernur dalam kondisi sehat. “Tadi kita lihat besar-besar, bahkan ada yang beratnya satu koma satu ton. Luar biasa. Kita lihat sehat-sehat. Alhamdulillah respons Bu Gubernur tadi cukup positif. Mudah-mudahan sampai nanti Idul Kurban, semua berjalan aman,” pungkasnya.

Indyah Aryani menekankan pentingnya pengendalian kesehatan ternak. “Kondisi kesehatan hewan juga terus dijaga ketat. Meskipun prediksi penyembelihan naik sekitar 10-15%, Dinas Peternakan memastikan pengendalian penyakit seperti PMK dan LSD berjalan maksimal berkat dukungan vaksin, obat-obatan, dan disinfektan yang rutin diberikan. Lalu lintas ternak juga kami pantau ketat agar tidak memunculkan kasus baru. Yang sakit kita obati, yang sehat kita vaksin. Semuanya aman dan terkendali berkat arahan Ibu Gubernur,” tambahnya.

Dengan jumlah hewan yang melimpah dan sistem pengawasan kesehatan yang ketat, Jawa Timur berada pada posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan kurban domestik sekaligus memanfaatkan peluang ekspor. Kunjungan gubernur menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperkuat akses pasar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, menjadikan potensi ternak Jawa Timur sebagai aset penting menjelang Idul Kurban.

Gubernur Khofifah Indar ParawansaPeternakan sapiSurplus hewan kurbanEkspor ke Malaysia dan Arab SaudiKandang Sapi Baru NganjukPengendalian kesehatan ternak

Komentar

Memuat komentar...