Gubernur Jawa Timur Blusukan Pasar Banjarejo Sebelum Idul Adha

Lia N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jawa Timur Blusukan Pasar Banjarejo Sebelum Idul Adha

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali mengunjungi pasar tradisional di Bojonegoro pada Senin, 25 Mei 2026. Ia melakukan blusukan di Pasar Banjarejo Kecamatan Bojonegoro untuk memantau harga bahan kebutuhan pokok secara langsung.

Tujuan kunjungan ini adalah memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga menjelang peringatan hari besar Islam, Hari Raya Idul Adha. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mengantisipasi potensi kenaikan harga yang biasanya terjadi saat permintaan meningkat.

Hasil pemantauan menunjukkan pasar masih dalam kondisi terkendali. Daya beli masyarakat terpantau tetap stabil, meski ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas bumbu dapur. Khofifah menjelaskan fenomena ini dengan kata-kata sederhana:

"Kalau permintaan naik sementara pasokan tetap, biasanya ada kecenderungan harga beberapa barang ikut naik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga seringkali dipicu oleh peningkatan permintaan saat hari raya, sementara pasokan tetap. Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan harga daging sapi mulai bergerak naik. Sebagian pedagang masih menjual daging sapi seharga Rp120 ribu per kilogram, namun ada yang sudah menaikkan menjadi Rp125 ribu per kilogram. Khofifah menjelaskan:

"Artinya ada kenaikan harga 5.000 harga untuk daging sapi dari Rp120 ribu ke Rp125 ribu, beberapa pedagang juga memberi sinyal kenaikan harga itu dalam waktu dekat," jelasnya.

Berbeda dengan daging sapi, harga daging ayam masih stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Rata-rata pedagang menjual ayam potong di kisaran Rp33 ribu per kilogram, sedangkan HET berada pada rentang Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Selain memantau harga daging, Khofifah juga memastikan stok beras tetap aman, khususnya beras SPHP. Harga beras SPHP medium kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp62.500 sesuai standar pemerintah.

Stok minyak juga dinilai mencukupi, dengan harga tetap sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter. Untuk komoditas gula pasir, harga di pasaran bervariasi tergantung merek. Ada pedagang yang menjual seharga Rp16 ribu per kilogram, sementara merek tertentu mencapai Rp18 ribu per kilogram.

Harga telur ayam saat ini lebih rendah dibandingkan periode menjelang Idul Fitri lalu. Rata-rata harga telur berada di angka Rp26 ribu per kilogram setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan.

Namun, harga bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah mulai merangkak naik. Harga cabai berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram. Sedangkan, harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. Harga bawang putih masih terpantau stabil. Khofifah menjelaskan:

"Harga cabai masih relatif terjangkau meski harganya fluktuatif, kadang naik dan turun. yang mengalami kenaikan ini bawang merah. Saat ini dari 33.000 sekarang 45.000. Itu bawang merah. Kalau bawang putih standar," beriannya.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Jatim didampingi oleh Wakil DPRD Jatim Sri Wahyuni, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, serta Wakil Bupati Nurul Azizah. Ia juga memberikan bantuan kepada tukang becak dan pedagang pasar.

Khofifah berharap kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha dapat terpenuhi, baik dari sisi ketersediaan barang maupun keterjangkauan harga. Ia menilai aktivitas pasar yang ramai menunjukkan daya beli masyarakat masih cukup baik.

Secara keseluruhan, kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Dengan pemantauan langsung, pemerintah dapat merespons perubahan pasar secara cepat dan memastikan masyarakat tidak tergerus oleh kenaikan harga yang tidak terkontrol.

Khofifah Indar ParawansaPasar BanjarejoHarga daging sapiHarga bumbu dapurIdul AdhaKestabilan hargaBojonegoro

Komentar

Memuat komentar...