Gunung Gede Pangrango Buka Kembali, RFID Jadi Penanda Pendaki

Dwi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 125 dibaca
Bisik.id
Gunung Gede Pangrango Buka Kembali, RFID Jadi Penanda Pendaki

Gambar atau konten salah?

Pendakian Gunung Gede Pangrango kembali dibuka setelah penutupan enam bulan. Penutupan tersebut disebabkan oleh tumpukan sampah yang menumpuk serta perlunya perbaikan sistem pengelolaan kawasan.

Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor 06 Tahun 2026 menjelaskan bahwa pendakian akan dibuka mulai 13 April 2026. Tanggal ini menjadi titik balik bagi para pendaki yang menunggu.

Humas Balai Besar, Agus Deni, mengkonfirmasi keputusan tersebut. Ia berkata, “Betul pendakian dibuka kembali pada 13 April mendatang,” dan menegaskan bahwa pendaki yang sudah mendaftar secara daring dapat segera menghubungi call center untuk reschedule pada tanggal tersebut.

Untuk memudahkan proses, Agus Deni mengingatkan bahwa para pendaki harus mendaftar ulang atau mendaftar baru secara online. Ia menambahkan, “Silakan yang akan mendaki untuk mendaftar ulang atau mendaftar baru secara online. Untuk kuota tetap sama yakni 300 pendaki sehari di 3 jalur pendakian,” jelasnya. Kuota ini tetap dipertahankan agar tidak terjadi kepadatan berlebih di jalur-jalur.

Langkah lain yang diambil adalah penerapan gelang Radio Frequency Identification (RFID). Gelang ini akan dipakai pada 13 April 2026 untuk pendaki yang tidak mendaftar secara online. Menurut Agus Deni, gelang RFID bertujuan memastikan keselamatan pendaki dan mempermudah proses pencarian saat terjadi insiden pendaki hilang. Gelang RFID menggunakan teknologi nirkabel dengan gelombang radio untuk mengidentifikasi serta melacak objek secara otomatis melalui label elektronik.

Selain itu, gelang tersebut juga akan menjadi penanda bagi pendaki yang mengikuti prosedur resmi. Dengan sistem ini, pihak taman nasional berharap dapat mengurangi pendakian ilegal sekaligus meningkatkan keamanan di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Dengan pembukaan kembali dan penambahan teknologi RFID, para pendaki kini memiliki sarana yang lebih terstruktur dan aman. Langkah ini menunjukkan komitmen pengelola taman nasional dalam menjaga kelestarian alam sekaligus keselamatan pengunjung.

Gunung Gede PangrangoPendakianPenutupanRFIDTanggal 13 April 2026Kuota PendakiPengelolaan KawasanKelestarian Alam

Komentar

Memuat komentar...