Gunung Sorik Marapi Tingkat Waspada, Jalur Pendakian Ditutup

Fandi R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Gunung Sorik Marapi Tingkat Waspada, Jalur Pendakian Ditutup

Gambar atau konten salah?

Gunung Api Sorik Marapi yang terletak di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengalami kenaikan status aktivitas. Sebelumnya berada di level I (normal), kini telah dipindahkan ke level II (waspada).

Akibat kenaikan tersebut, jalur pendakian menuju gunung tersebut ditutup sementara. "Berdasarkan laporan khusus Plt Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor: 629.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 03 April 2026 tentang kenaikan tingkat aktivitas Gunung Api Sorik Marapi di Sumatera Utara dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Maka dalam rangka mengantisipasi potensi bencana geologi, disampaikan bahwa jalur pendakian Gunung Sorik Marapi di Taman Nasional Batang Gadis ditutup sementara," demikian pengumuman penutupan itu, seperti dikutip dari akun Balai Taman Nasional (BTN) Batang Gadis di Instagram, Minggu (05 April 2026).

Pengumuman tersebut menjelaskan bahwa penutupan berlaku mulai 04 April 2026 dan akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini disebabkan oleh peningkatan intensitas gempa yang cukup tinggi pada 02-03 April 2026. Masyarakat diimbau untuk mematuhi pengumuman tersebut. Pembukaan jalur pendakian akan dilakukan setelah aktivitas Gunung Sorik Marapi kembali normal berdasarkan hasil pengamatan otoritas terkait, jelasnya.

Dalam laporan khusus Badan Geologi, tercatat pada 02 April 2026 terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) yang signifikan. "Pada saat itu, terekam 115 kali gempa vulkanik dalam (VA), 4 kali gempa terasa skala II IV MMI, dan 11 kali gempa tektonik jauh," isi laporan khusus itu.

Hari berikutnya, pada 03 April 2026, intensitas kegempaan masih tinggi. Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat 49 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik lokal, 1 kali gempa terasa skala IV MMI, dan 4 kali gempa tektonik jauh. "Peningkatan gempa vulkanik dalam tersebut berkaitan dengan migrasi magma dari kedalaman ke arah permukaan, sehingga perlu diwaspadai," lanjut isi laporan.

Akibat data tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi menaikkan status dari normal menjadi waspada terhitung 03 April 2026. Beberapa imbauan kepada masyarakat diutarakan, di antaranya mengimbau pengunjung atau wisatawan untuk tidak memasuki wilayah radius 1500 meter dari pusat kawah utama/puncak Gunung Sorik Marapi. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memasuki kawah Sibanggor Tonga, kawah Sibanggor Julu, dan kawah-kawah lainnya yang berada di sekitar Sorik Marapi. Hal ini bertujuan menghindari potensi bahaya dari semburan lumpur atau gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Seluruh pihak diminta menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah, pungkasnya.

Dengan penutupan jalur pendakian dan peningkatan status waspada, pemerintah daerah dan badan geologi menegaskan pentingnya kewaspadaan publik. Kegiatan pendakian diharapkan dapat dilanjutkan setelah kondisi gunung kembali normal, sesuai dengan hasil pemantauan yang terus berlangsung.

Gunung Api Sorik MarapiLevel II waspadaPenutupan jalur pendakianGempa vulkanikPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiTaman Nasional Batang GadisBadan Geologi

Komentar

Memuat komentar...