Guru Seni Sidoarjo Jual Gambar Murah, Kurangi Handphone Murid

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Guru Seni Sidoarjo Jual Gambar Murah, Kurangi Handphone Murid

Gambar atau konten salah?

Sudirman (66), seorang guru Seni Rupa non-ASN di salah satu SDN di Sidoarjo, memutuskan untuk menjual karya gambarnya kepada para muridnya. Setiap kali berjualan, ia menempatkan stand di depan sekolah, di antara pedagang kaki lima dan kendaraan yang terparkir.

Ia menawarkannya dengan harga Rp 1.000 untuk tiga lembar gambar. Tujuannya jelas: agar murid dari kalangan menengah ke bawah dapat membeli dan mewarnai gambar tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi. Sudirman sengaja menurunkan harganya supaya lebih terjangkau.

Proses pembuatan gambar dimulai dari tangan Sudirman sendiri. Setelah selesai, ia meng-copy gambar tersebut melalui fotokopi agar bisa dijual dalam jumlah banyak. Dengan cara ini, ia tetap bisa memperoleh sedikit keuntungan, sekaligus menjaga harga tetap bersahabat bagi siswa yang biasanya hanya memiliki uang saku antara Rp 2.000 dan Rp 4.000 per hari.

“Tujuannya untuk meminimalisir siswa-siswi ini bermain handphone, agar mereka menyempatkan mewarnai sketsa-sketsa yang telah mereka beli,” kata Sudirman saat berjualan di depan SD Negeri Pagerwojo Sidoarjo, 23 Mei 2016.

Ia juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menekan penggunaan handphone yang masif di kalangan anak-anak. “Selain itu supaya anak-anak yang punya bakat menggambar atau mewarnai tetap bisa belajar. Banyak anak yang sebenarnya ingin melukis, tapi tidak punya fasilitas atau alat seperti anak-anak dari keluarga mampu,” tambah Sudirman.

Para murid senang karena bisa memilih gambar yang mereka suka. Dalam penjualannya, Sudirman menawarkan berbagai karakter, seperti Digimon, Hello Kitty, Kura‑kura Ninja, dan karakter lain. “Ada Digimon, Hello Kitty, Kura‑kura Ninja, dan karakter lain. Kadang juga sesuai permintaan anak-anak,” ujarnya.

Ia percaya bahwa memiliki gambar sendiri membuat anak-anak lebih semangat belajar dan tidak minder. “Kalau punya gambar sendiri mereka jadi semangat belajar dan tidak minder,” imbuhnya.

Setiap pagi, Sudirman berjualan di sekitar SD Pagerwojo. Di hari Sabtu, ia berjualan sejak pagi hingga siang, namun karena berjualan di bawah lesehan, kadang tidak terlihat. “Saya jualan di bawah lesehan, jadi kadang tertutup pedagang lain atau kendaraan parkir,” tuturnya sambil tersenyum.

Usaha sederhana ini mendapat perhatian dan dukungan masyarakat setempat. Sudirman mengaku bersyukur atas kepedulian warga Sidoarjo. “Saya berterima kasih karena masyarakat Sidoarjo peduli dan mendukung,” katanya.

Di usia yang tidak lagi muda, Sudirman belum bisa menggunakan telepon genggam modern. Ia selalu dibantu istri dan anak-anaknya untuk urusan sehari‑hari. Sebagai seniman sederhana, ia mengajak para pelaku seni agar tidak mudah menyerah. “Jangan putus asa untuk terus berkarya. Seni itu tidak ada batasannya,” pungkasnya.

Navia, siswi kelas V SD Negeri Pagerwojo, sering membeli sketsa yang dibuat Sudirman. “Sering membeli sketsa ini kebetulan saya suka mewarnai, agar lukisan itu bagus tinggal mewarnai saja, ini sangat membantu para siswa‑siswa,” kata Navia.

Melalui penjualan gambar yang murah dan penuh makna, Sudirman tidak hanya mengajarkan seni, tetapi juga memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan belajar tanpa tekanan. Ia berhasil menjembatani kesenjangan akses seni dengan cara yang sederhana namun berdampak.

SudirmanSeni RupaSD Negeri PagerwojoSidoarjohandphonemuridgambar

Komentar

Memuat komentar...