Halte Malang Diwarnai Pink, Tiba Tanda Vandalism Seruan
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Veteran, Kota Malang, halte yang baru saja dicat ulang dua hari lalu menjadi sorotan karena vandalisme yang terjadi. Komunitas dan warga memelihara halte tersebut dengan cat pink, namun seketika setelah proses pengecatan selesai, fasilitas umum tersebut diserang oleh pelaku yang menorehkan tulisan Hedge Merch dan grafiti kuning.
Pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa konstruksi besi pada beberapa bagian halte telah berubah warna. Bagian timur tempat duduk warga menunggu angkutan umum menampilkan coretan cat hitam, sementara sisi barat atas masih memuat coretan grafiti berwarna kuning. Masyarakat, khususnya pengguna TransJatim, mengeluhkan kondisi ini karena membuat halte terlihat kumuh dan kotor.
Ghea Nugrasesanty, mahasiswi asal Jakarta, mengungkapkan kekecewaannya. “Kan baru dicat ya. Lalu ada vandalisme lagi, tentunya ini sangat disayangkan. Kalau kotor gini kan kelihatannya kumuh,” ujarnya pada hari Senin, 27 April 2026. Ia menilai bahwa vandalisme menambah kesan tidak terawat pada halte yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi penumpang.
Ghea juga menyoroti kurangnya perhatian pemerintah kota. “Pemkot kayaknya kurang perhatian sama ruang publik utamanya transportasi umum,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa banyak halte di Malang masih dalam kondisi kotor dan tidak terawat, sehingga tidak ada inisiatif dari warga maupun pemerintah untuk memperbaikinya.
Menurut Ghea, kondisi halte yang tidak terawat membuatnya merasa tidak nyaman menggunakan transportasi umum. “Halte kotor dan tidak terawat. Kalau dari warga tidak ada yang bergerak berinisiatif saya yakin Pemkot juga tidak peduli,” keluhnya. Ia berharap ada upaya perawatan dan perbaikan agar fasilitas umum tetap terjaga dan nyaman bagi masyarakat.
Ghea menegaskan bahwa kondisi halte di Malang masih tertinggal dibandingkan kota besar lain. “Harapannya, ada perawatan, dibagusin lagi, biar lebih nyaman, seperti Jakarta kan tertata rapi,” tutupnya.
Sejumlah komunitas, dipimpin oleh Wahyu Setyo Pratama, turun ke jalan untuk mengecat ulang Halte Trans Jatim di kawasan Jalan Veteran. Langkah ini diambil sebagai kritik terhadap pemerintah yang dianggap mengabaikan perawatan fasilitas umum.
Wahyu Setyo Pratama menyatakan bahwa tindakan mengecat ulang ini dimaksudkan untuk menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur transportasi. Ia berharap aksi ini dapat memicu perbaikan yang lebih serius.
Vandalisme ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah kota dapat lebih responsif terhadap kebutuhan fasilitas publik. Masyarakat menuntut kebersihan dan pemeliharaan yang lebih baik agar halte tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua.
Secara keseluruhan, kejadian ini menegaskan pentingnya perawatan berkelanjutan bagi fasilitas umum. Tanpa perhatian yang tepat, upaya komunitas semata-mata tidak cukup untuk menjaga kebersihan dan keamanan halte bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz