Hantavirus Meledak di Kapal Mewah MV Hondius, 3 Kematian

Iwan D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Hantavirus Meledak di Kapal Mewah MV Hondius, 3 Kematian

Gambar atau konten salah?

Hantavirus meledak di kapal pesiar mewah MV Hondius yang menampung 149 penumpang. Kapal tersebut kini berada di lepas pantai Tanjung Verde, terjebak di tengah badai penularan.

Menurut WHO, para penumpang terpaksa terkurung di dalam kapal. Hingga 4 Mei 2023, tujuh kasus telah teridentifikasi: dua terkonfirmasi laboratorium, lima suspek, termasuk tiga kematian, satu pasien kritis, dan tiga orang dengan gejala ringan.

Setidaknya ratusan penumpang telah diisolasi sambil menunggu proses evakuasi. Evakuasi masih berlangsung di laut, sementara tim medis menunggu fasilitas darurat.

Hantavirus, atau virus Hanta, dapat menular pada manusia. Menurut CDC, penularan terjadi lewat kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit, terutama ketika terpapar urine, kotoran, dan air liur. Meskipun jarang, gigitan atau cakaran juga dapat menyebarkan virus.

Virus ini dapat memicu dua penyakit utama. Yang pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit parah yang menyerang paru-paru. Gejala biasanya muncul 1‑8 minggu setelah kontak dengan hewan terinfeksi.

Gejala awal HPS meliputi kelelahan, demam, dan nyeri otot pada kelompok otot besar seperti paha, pinggul, dan punggung. Banyak pasien juga merasakan sakit kepala, pusing, dan panas dingin. Masalah perut—mual, muntah, diare, dan sakit perut—juga umum. Empat hingga sepuluh hari setelah fase awal, batuk dan sesak napas mulai muncul, menandakan cairan menumpuk di paru-paru.

Penyakit kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal. Gejala biasanya berkembang 1‑2 minggu setelah paparan, namun dalam kasus jarang dapat muncul hingga 8 minggu.

Gejala awal HFRS meliputi sakit kepala hebat, sakit punggung dan perut, demam atau menggigil, mual, dan penglihatan kabur. Beberapa pasien juga mengalami kemerahan pada wajah, mata, atau ruam. Gejala lanjutan dapat mencakup tekanan darah rendah, aliran darah berkurang, pendarahan internal, dan gagal ginjal akut yang menyebabkan kelebihan cairan.

Siapa saja yang berisiko terkena Hantavirus? Orang yang sering menangani atau membersihkan kotoran hewan pengerat, serta pekerja yang berhubungan langsung dengan hewan pengerat atau memeliharanya, termasuk dalam kelompok berisiko.

Berbagai langkah pencegahan disarankan oleh Kementerian Kesehatan. Pertama, jaga kebersihan rumah dan lingkungan. Kedua, gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan alas kaki saat membersihkan area yang pernah dilalui tikus. Ketiga, bersihkan kotoran, urin, dan sekreta lain dengan disinfektan. Keempat, hindari menyentuh hewan pengerat secara langsung, baik hidup maupun mati. Kelima, kelola sampah dengan benar. Keenam, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 40‑60 detik atau gunakan cairan antiseptik selama 20‑30 detik.

Apakah ada pengobatan khusus untuk infeksi Hantavirus? Tidak. Pasien harus menerima perawatan suportif: istirahat, hidrasi, dan pengobatan gejala. HPS dapat menyebabkan kesulitan bernapas, sehingga mungkin diperlukan dukungan pernapasan seperti intubasi. Intubasi membantu pasien mendapatkan oksigen. HFRS mengganggu fungsi ginjal; pasien mungkin memerlukan dialisis untuk menghilangkan racun dan menjaga keseimbangan cairan.

Keberadaan Hantavirus di kapal pesiar menambah beban bagi tim medis. Meskipun hanya sebagian kecil penumpang yang terinfeksi, tiga kematian menunjukkan potensi keparahan penyakit. Penanganan cepat dan isolasi yang ketat menjadi kunci untuk menahan penyebaran. Sementara itu, upaya pencegahan di lapangan, seperti menjaga kebersihan dan menggunakan APD, tetap menjadi langkah penting bagi semua orang yang berinteraksi dengan hewan pengerat. Dengan memahami gejala dan cara penularan, masyarakat dapat lebih waspada dan mengurangi risiko terkena Hantavirus.

Hantaviruskapal pesiar MV Hondiusevakuasi lautWHOCDCHPSHFRSpencegahan kesehatan

Komentar

Memuat komentar...