Hara Hachi Bu: Makan 80% Kenyang, Berbobot pada Kesehatan

Eko P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Hara Hachi Bu: Makan 80% Kenyang, Berbobot pada Kesehatan

Gambar atau konten salah?

Hara hachi bu adalah kebiasaan makan yang sederhana namun berpotensi memengaruhi kesehatan jangka panjang. Istilah ini berasal dari budaya Jepang dan berarti “makan sampai sekitar 80 persen kenyang.”

Prinsip ini menekankan kesadaran saat makan, bukan pembatasan kalori secara drastis. Seseorang diajak berhenti sebelum benar-benar kenyang, memperhatikan sinyal tubuh, dan menikmati setiap suapan. Dengan cara ini, pola makan menjadi lebih lambat dan tidak berlebihan.

Berbeda dengan diet ketat, hara hachi bu menekankan kebiasaan makan yang perlahan. Tujuannya tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga keseimbangan nutrisi. Makan dengan penuh kesadaran membantu mengurangi kebiasaan makan emosional.

Walaupun belum ada penelitian yang menguji aturan 80 persen kenyang secara terpisah, studi pada populasi yang menerapkannya menunjukkan bahwa mereka cenderung mengonsumsi kalori lebih sedikit sepanjang hari. Hasilnya, indeks massa tubuh (BMI) mereka lebih rendah dan kenaikan berat badan lebih lambat.

Di kalangan pria, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan pola makan yang lebih sehat. Konsumsi sayur meningkat, sementara ketergantungan pada makanan berbasis biji-bijian menurun. Hal ini menunjukkan bahwa hara hachi bu dapat memengaruhi pilihan makanan secara positif.

Konsep ini mirip dengan mindful eating, yaitu makan dengan penuh perhatian. Pendekatan ini mendorong seseorang untuk benar-benar memperhatikan apa yang dimakan, sehingga membantu mengurangi kebiasaan makan emosional dan meningkatkan kualitas pola makan secara keseluruhan.

Di sisi lain, gaya hidup modern sering membuat orang kehilangan kesadaran saat makan. Sekitar 70 persen orang dewasa dan anak-anak diketahui menggunakan perangkat digital saat makan. Kebiasaan ini terkait dengan asupan kalori lebih tinggi dan konsumsi buah serta sayur yang lebih rendah.

“Sebagai ahli gizi, saya melihatnya sepanjang waktu. Kita menempatkan makanan di atas pedestal, terobsesi dengannya, membicarakannya, memposting tentangnya. Tetapi seringkali, kita sebenarnya tidak menikmatinya,”

Melalui prinsip hara hachi bu, seseorang diajak kembali menikmati makanan secara utuh. Bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga memahami kebutuhan tubuh. Pendekatan sederhana ini dapat membantu pencernaan, memperbaiki hubungan dengan makanan, dan pada akhirnya mendukung kesehatan jangka panjang. Dengan demikian, rahasia panjang umur di Jepang bukan soal makan lebih sedikit, melainkan tentang kapan harus berhenti.

Hara hachi bupola makan mindfulkesehatan jangka panjangkontrol kalorikonsumsi sayurpengaruh teknologidiet sehat

Komentar

Memuat komentar...