Harga Tiket Pesawat Naik 13%: Pariwisata Bali Tetap Stabil

Fitri A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Harga Tiket Pesawat Naik 13%: Pariwisata Bali Tetap Stabil

Gambar atau konten salah?

Lonjakan harga tiket pesawat sebesar 13 persen belum membuat wisatawan menurunkan kunjungan ke Pulau Dewata. 14 April 2026, DPRD Bali menegaskan bahwa situasi pariwisata masih stabil, meski akan segera berkoordinasi dengan maskapai dan pemerintah pusat.

Wakil Ketua I DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, menyatakan: "Tiket pesawat memang naik dalam situasi sekarang. Berdasarkan laporan pak gubernur jumlah wisatawan masih meningkat jadi saya kira tidak terlalu berpengaruh," ketika ditemui di ruang rapat utama DPRD Bali. Ia menambahkan, "Kami akan berkoordinasi dengan pusat dan maskapai, termasuk Garuda agar dalam masa transisi seperti ini kenaikan harga tiket tidak terlalu tinggi,".

Polisi harga ini diumumkan pada 6 April 2026 dalam konferensi pers tentang kebijakan ekonomi dan transportasi. Pemerintah menjelaskan kenaikan tarif dipicu lonjakan komponen biaya bahan bakar (fuel surcharge) hingga 38 persen untuk semua jenis pesawat, akibat kenaikan harga avtur di tengah konflik Timur Tengah.

Seiring dengan kenaikan harga, pemerintah juga menerapkan beberapa insentif. Langkah tersebut diyakini dapat meredam dampak kenaikan tiket, mulai dari penerapan PPN tiket ditanggung pemerintah hingga pembebasan bea masuk untuk suku cadang pesawat.

Dari data online travel agent (OTA) pada 14 April 2026, harga tiket pesawat di beberapa rute favorit berada di rentang 1 juta per orang. Contohnya, pada rute JakartaDenpasar, penerbangan langsung tiket paling murah ditawarkan Lion Air dengan harga Rp 1,32 juta per orang. Sementara itu, yang paling mahal ada Garuda Indonesia dengan harga Rp 1,84 juta per orang.

Dengan kombinasi kebijakan tarif, insentif pemerintah, dan koordinasi maskapai, diharapkan kenaikan harga tiket tidak terlalu menghambat minat wisatawan. Situasi ini menunjukkan upaya bersama untuk menjaga stabilitas pariwisata sambil menanggapi tantangan biaya operasional di industri penerbangan.

Tiket PesawatKenaikan HargaDPRD BaliGaruda IndonesiaBahan BakarPariwisata BaliInsentif Pemerintah

Komentar

Memuat komentar...