Hari Arafah: Doa Terbaik dan Dzikir 1000 Kali untuk Ampunan

Bambang W. · 3 min baca · 8 hari lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Hari Arafah: Doa Terbaik dan Dzikir 1000 Kali untuk Ampunan

Gambar atau konten salah?

Hari Arafah, yang jatuh setiap 9 Dzulhijjah, dianggap sebagai momen istimewa dalam Islam, penuh keberkahan dan ampunan. Pada hari ini, umat Islam memperbanyak ibadah, dzikir, dan memanjatkan doa terbaik kepada Allah SWT.

Para umat Islam sering mencari bacaan doa terbaik sesuai sunnah Rasulullah SAW, agar dapat diampuni sepanjang hari.

Menurut buku Fikih Sunnah Jilid 3, redaksi yang diriwayatkan Tirmidzi adalah: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Doa yang paling baik adalah doa pada hari Arafah, dan doa yang paling baik yang aku baca dan dibaca nabi-nabi sebelumku adalah:لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.” “Tidak ada Tuhan selain Allah, Dzat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi‑Nya. Bagi‑Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan‑Nyalah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” Doa tersebut menegaskan keesaan Allah dan kekuasaan‑Nya atas segala sesuatu.

Selain doa di atas, terdapat doa dengan redaksi yang lain sebagaimana termaktum dalam sejumlah riwayat.

Masih dari buku yang sama, Ali RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya doa para nabi sebelumku dan doaku pada hari Arafah yang paling banyak dibaca adalah doa:لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا ، وَفِي سَمْعِي نُورًا ، وَفِي قَلْبِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسْوَاسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَشَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ وَشَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ”. “Tidak ada Tuhan selain Allah, Dzat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi‑Nya. Bagi‑Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan‑Nyalah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, jadikanlah cahaya pada penglihatanku, cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada hatiku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Dan aku berlindung kepada‑Mu dari bisikan nafsu, tercerai berainya perkara, fitnah dalam kubur, keburukan segala sesuatu yang memasuki malam, keburukan segala sesuatu yang memasuki siang, keburukan tiupan angin, dan keburukan perusak‑perusak masa.” Doa ini menekankan pentingnya cahaya dalam penglihatan, pendengaran, dan hati, serta memohon perlindungan dari berbagai fitnah.

Ali RA juga meriwayatkan bahwa doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW pada saat wukuf di Arafah adalah:اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَا بِي وَلَكَ رَبِّ تُرَائِى اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الأَمْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ”. “Ya Allah, bagi‑Mu segala puji seperti pujian yang kami ucapkan kepada‑Mu dan lebih baik daripada pujian yang kami ucapkan untuk‑Mu. Ya Allah, untuk‑Mu shalat, ibadah, hidup, dan matiku. Hanya kepada‑Mu tempat kembaliku dan hanya untuk‑Mu, wahai Tuhanku, segala warisanku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada‑Mu dari siksa kubur, bisikan nafsu, dan tercerai‑berainya perkara. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada‑Mu dari keburukan tiupan angin.” Doa ini menegaskan pujian kepada Allah dan permohonan perlindungan dari siksa kubur dan bisikan nafsu.

Dzikir Hari Arafah 1.000 Kali

Melansir akun Instagram @kemenagmuaraeni, dzikir Hari Arafah terdiri dari bacaan tahlil dan surat al-Ikhlas yang masing‑masing dibaca sebanyak 1.000 kali. Berikut teks dzikirnya:

  1. Bacaan Tahlilلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Arab Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi‑Nya. Milik‑Nya kerajaan semesta dan bagi‑Nya segala pujian. Dia Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
  2. Surat Al-Ikhlasقُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ Arab Latin: Qul huwallaahu ahad. Allaahush-shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad. Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan‑Nya.”

Tahlil dan surat al-Ikhlas menjadi inti dari dzikir, mengingatkan akan keesaan Allah.

Keberagaman doa dan dzikir yang sama diulang berulang kali menunjukkan betapa pentingnya doa tersebut bagi umat yang ingin memperoleh ampunan dan keberkahan pada hari yang penuh makna ini. Pengulangan doa ini menjadi wujud ketulusan hati umat yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hari ArafahDoaDzikirTahlilAl-IkhlasKemenagKeberkahan

Komentar

Memuat komentar...