Hari Keempat, Pencarian Korban Buaya di Banyuasin Belah Sungai

Bima J. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Hari Keempat, Pencarian Korban Buaya di Banyuasin Belah Sungai

Gambar atau konten salah?

Pencarian terhadap Ipan Nurzaman (25), seorang pria asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih terus berlangsung hingga hari keempat. Ia diduga diterkam buaya di Sungai Dusun I, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hingga saat ini, korban belum juga ditemukan.

Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Pulau Rimau, Satpolairud Polres Banyuasin, Polres Banyuasin, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan pawang buaya telah dikerahkan. Mereka memperluas area pencarian dengan menyisir aliran sungai dan beberapa titik yang diduga menjadi jalur pergerakan buaya.

Kapolsek Pulau Rimau, AKP Yusri Meriansyah, mengatakan bahwa pencarian terus dimaksimalkan. "Saat ini tim dari Polairud dan Polres Banyuasin terus melakukan pencarian dan memperluas area pencarian untuk mencari korban," kata Yusri saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 09 Juli 2026.

Menurut Yusri, dua pawang buaya dilibatkan sebagai ikhtiar tambahan yang dipercaya masyarakat setempat. Namun, upaya pencarian secara teknis oleh tim gabungan tetap dilakukan. "Kami juga melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta pawang buaya yang dipercaya masyarakat. Mudah-mudahan pencarian segera membuahkan hasil," ungkapnya.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin, 06 Juli 2026, sekitar pukul 01.53 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya sedang memperbaiki kemudi jukung di tepi sungai. Korban kemudian turun ke sungai untuk membantu salah seorang rekannya yang lebih dahulu berada di samping jukung. Namun, sesaat setelah menginjak air, seekor buaya diduga langsung menerkam korban hingga menghilang ke dalam sungai.

"Korban bersama tiga rekannya sedang melakukan perbaikan kemudi jukung di tepi sungai. Korban turun ke sungai untuk membantu rekannya yang lebih dahulu berada di samping jukung. Namun, sesaat setelah menginjak air, korban tiba-tiba diterkam seekor buaya," ungkap Yusri.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi gelap dan cepatnya serangan buaya membuat upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban diduga langsung dibawa ke dalam sungai.

Setelah menerima laporan warga, personel Polsek Pulau Rimau langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu proses pencarian bersama masyarakat. "Anggota Polsek usai menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan membantu proses pencarian bersama warga," jelas Yusri.

Selain melakukan penyisiran menggunakan perahu di sepanjang aliran sungai, polisi juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Teluk Betung dan Pemerintah Kecamatan Pulau Rimau. Tujuannya agar pencarian dapat dilakukan secara maksimal. Hingga hari keempat pencarian, korban masih belum ditemukan.

Yusri mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar bantaran sungai agar lebih berhati-hati. Kawasan tersebut merupakan habitat buaya liar. "Kami bersama warga masih melakukan pencarian. Masyarakat juga kami imbau agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun anak sungai karena kawasan tersebut merupakan habitat buaya," tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sungai-sungai di daerah Banyuasin merupakan habitat alami buaya. Aktivitas di tepi sungai, terutama pada malam hari, memiliki risiko tinggi. Tim gabungan terus berupaya menemukan korban, namun kondisi alam dan perilaku buaya membuat pencarian menjadi sulit. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak lengah saat berada di dekat sungai.

pencarianbuayasungaikorbantim gabunganBanyuasinhabitat

Komentar

Memuat komentar...