Bus Tabrak Truk di Tol Semarang, 1 Tewas
Gambar atau konten salah?
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C, tepatnya di KM 430 B arah Semarang. Sebuah bus menabrak truk dari belakang. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka berat.
Insiden tersebut terjadi pada hari Kamis, 09 Juli 2026, sekitar pukul 06.33 WIB. Menurut penjelasan dari Pgs. Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Dary Achmad Budi, bus itu menabrak truk yang ada di depannya. Kedua kendaraan melaju dalam satu jalur dari arah Srondol menuju Jatingaleh.
"Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, semula kendaraan bus (KR1) melaju di lajur 2 dan diduga kurang mengantisipasi jarak aman, sehingga menabrak kendaraan truk (KR2) yang berada di depannya. Posisi akhir kedua kendaraan berada normal di lajur 1 dan bahu luar," jelas Dary dalam keterangan tertulisnya.
Proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan selesai dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Setelah itu, arus lalu lintas di ruas tol tersebut kembali normal. Dary menambahkan, "Hingga pukul 10.00 WIB, petugas telah selesai melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. Arus lalu lintas di Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C telah kembali normal dan seluruh lajur dapat dilintasi oleh pengguna jalan."
Dalam keterangan resminya, Dary menyebutkan bahwa ada korban jiwa dan korban luka dalam peristiwa ini. Namun, ia tidak merinci jumlah pastinya. Semua korban telah dievakuasi dan dibawa ke beberapa rumah sakit di Semarang, yaitu Rumah Sakit Dr. Kariadi, Bhayangkara, Hermina, dan Samsoe Hidayat. Penanganan lebih lanjut terhadap insiden ini dilakukan oleh Patroli Jalan Raya (PJR) Wilayah Jawa Tengah.
"JTT memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kejadian ini, diimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, pastikan kondisi kendaraan laik jalan. Jika lelah dapat beristirahat di tempat yang telah disediakan," lanjut Dary.
Konfirmasi terpisah datang dari Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono. Ia menyebutkan bahwa satu penumpang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka berat. Namun, ia belum merinci identitas para korban.
"Ada korban jiwa mati satu itu penumpang. Korban luka ringan-ringan yang parah sekitar 4 orang," kata Untung saat dihubungi.
Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke beberapa rumah sakit di Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Rumah sakit yang menerima korban antara lain Rumah Sakit Dr. Kariadi, Bhayangkara, Hermina, dan Samsoe Hidayat Semarang. Penanganan lanjutan terkait insiden ini dilakukan oleh Patroli Jalan Raya (PJR) Wilayah Jawa Tengah.
Pihak JTT menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kejadian ini. Mereka juga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, dan beristirahat di tempat yang telah disediakan jika merasa lelah.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono, membenarkan adanya satu korban meninggal dunia. "Ada korban jiwa mati satu itu penumpang. Korban luka ringan-ringan yang parah sekitar 4 orang," kata Untung saat dikonfirmasi.
Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Rumah sakit yang menerima korban antara lain Rumah Sakit Dr. Kariadi, Bhayangkara, Hermina, dan Samsoe Hidayat Semarang. Penanganan lanjutan terkait insiden ini dilakukan oleh Patroli Jalan Raya (PJR) Wilayah Jawa Tengah.
Pihak JTT menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Mereka juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, dan beristirahat di tempat yang telah disediakan jika merasa lelah.
Kecelakaan ini terjadi di pagi hari saat lalu lintas mulai padat. Dugaan sementara, sopir bus kurang menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Posisi akhir kedua kendaraan setelah kecelakaan berada di lajur 1 dan bahu luar jalan tol.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
