Hari Lingkungan 5 Juni 2026: Baku Jadi Tuan Rumah Pertama

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 174 dibaca
Bisik.id
Hari Lingkungan 5 Juni 2026: Baku Jadi Tuan Rumah Pertama

Gambar atau konten salah?

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap 5 Juni di seluruh dunia. Peringatan ini dimulai sebagai kampanye terbesar yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyalakan kesadaran tentang isu-isu lingkungan. Setiap tahun, jutaan orang di lebih dari seratus lima puluh negara bersatu dalam upaya menjaga bumi melalui aksi-aksi sederhana yang dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Pada hari ini, banyak kota mengadakan acara publik, kampanye bersih, dan diskusi tentang kebijakan hijau yang memengaruhi kebijakan nasional.

Sejarahnya bermula di 1972, ketika United Nations Environment Programme (UNEP) mengadakan konferensi besar di Stockholm, Swedia. Konferensi tersebut menandai titik awal gerakan internasional untuk mengatasi krisis lingkungan. Pada 1973, 5 Juni resmi menjadi hari peringatan yang diikuti oleh ribuan negara. Sejak saat itu, setiap 5 Juni menjadi momen untuk mendorong perubahan kebijakan baik di tingkat domestik maupun internasional. Konferensi Stockholm menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mengelola sumber daya alam yang semakin terbatas.

Setiap peringatan juga menampilkan tema yang mencerminkan tantangan saat itu. Pada 1974, tema pertama adalah "Only One Earth", menekankan bahwa planet ini adalah satu-satunya rumah bagi manusia. Seiring berjalannya waktu, tema berubah untuk menyesuaikan dengan kondisi global. Pada 2026, UNEP memilih tema "Climate Action", sebuah seruan untuk tindakan nyata dan kerja sama global dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Peringatan 2026 akan digelar di Baku, Republik Azerbaijan pada 5 Juni 2026, menandai negara tuan rumah pertama yang bukan bagian dari wilayah Eropa atau Amerika. Keputusan ini menyoroti pentingnya melibatkan negara-negara di kawasan Asia Tengah dalam dialog lingkungan.

Di Indonesia, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI menetapkan tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim" melalui Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2026. Tema ini mengingatkan bahwa keberlanjutan bumi adalah tanggung jawab bersama. Melalui tema tersebut, semua lapisan masyarakat diundang untuk mengambil langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan lestari bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Surat Edaran tersebut juga menegaskan bahwa setiap individu dapat berkontribusi melalui kebiasaan sehari-hari yang ramah lingkungan.

Aksi perayaan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut beberapa contoh yang dapat diikuti:

  • Memilah dan mendaur ulang sampah.
  • Berpartisipasi dalam gerakan menanam pohon.
  • Menghemat penggunaan energi.
  • Memilih produk yang lebih ramah lingkungan.
  • Melibatkan keluarga, teman, atau tetangga dalam upaya pelestarian alam.
  • Berpartisipasi dalam kampanye kebersihan lingkungan di komunitas.
  • Menurunkan penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan memahami sejarah, tema, dan cara merayakan, setiap individu dapat menambahkan kontribusi kecil namun berarti bagi bumi. Kesadaran yang tumbuh dari peringatan ini dapat menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih hijau. Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi panggilan bagi semua pihak untuk bertindak bersama demi kelestarian planet.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia5 JuniUNEPKonferensi StockholmTema Climate ActionBaku AzerbaijanPerubahan IklimKebijakan Hijau

Komentar

Memuat komentar...