Hari Raya Waisak 2570 BE Diperingati 31 Mei 2026, Libur
Gambar atau konten salah?
Hari Waisak merupakan peringatan penting bagi umat Buddha, yang menandai tiga peristiwa utama dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian pencerahan, dan wafatnya, atau Parinibbana. Di Indonesia, hari ini dikenal sebagai Hari Raya Trisuci Waisak dan dirayakan dengan beragam ibadah serta tradisi keagamaan.
Perayaan Waisak tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama tiap tahun. Tanggalnya ditentukan oleh fase Bulan Purnama dalam bulan Waisak atau Vesak, sehingga tanggalnya berubah-ubah dalam kalender Masehi. Penetapan ini telah disepakati oleh para tokoh dan majelis umat Buddha sejak tahun 1979.
Metode penentuan tanggalnya mengacu pada kalender Buddhis lunisolar, yang menggabungkan perhitungan peredaran bulan dan matahari. Salah satu acuan utama adalah munculnya Bulan Purnama tertentu setelah perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Dengan demikian, setiap tahun tanggal Waisak dipilih berdasarkan peristiwa astronomi ini.
Selain tanggal, umat Buddha di Indonesia juga mengenal istilah Detik-detik Waisak. Konsep ini menandai momen puncak perayaan, dihitung hingga jam, menit, dan detik, berdasarkan ilmu astronomi modern. Menurut Bhagavant.com, detik Waisak adalah saat Bulan mencapai fase purnama sempurna dengan posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.
Perhitungan detik Waisak menggunakan rumus astronomi dan algoritma khusus, seperti metode Jean Meeus. Karena melibatkan banyak faktor astronomi—fase bulan, rotasi bumi, dan pergerakan langit—hasil perhitungannya dapat sedikit berbeda tergantung metode yang dipakai. Meski demikian, penanggalan ini tetap menjadi pedoman penting bagi umat Buddha di Indonesia.
Untuk tahun 2026, Hari Raya Waisak 2570 BE diperingati pada Sunday, 31 Mei 2026. Pemerintah juga menetapkan hari libur setelah Waisak untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Rincian jadwalnya adalah: Sunday, 31 Mei 2026 – Hari Raya Waisak 2570 BE; Monday, 1 Juni 2026 – Hari Lahir Pancasila.
Dalam perhitungan astronomi modern, puncak atau Detik-detik Waisak 2026 diperkirakan terjadi pada 31 Mei 2026 sekitar pukul 15.45 WIB. Waktu tersebut menjadi momen sakral yang biasanya dipakai umat Buddha untuk menjalankan puja bakti dan meditasi bersama.
Berikut tema perayaan Waisak Nasional 2026: Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, dengan subtema Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia. Tema ini disampaikan dalam audiensi antara Menteri Agama dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI). Tema tersebut mengajak umat Buddha untuk menjadikan Dharma sebagai pedoman hidup dalam membangun sikap bijaksana dan bermoral, baik dalam kehidupan spiritual maupun sosial sehari‑hari.
“Tema yang diangkat tahun ini sangat kuat. Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa. Dari situ lahir cinta kasih yang menjadi dasar perdamaian dunia,” ucap Nasaruddin. (irb/dpe)
Waisak menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Pesan cinta kasih dalam ajaran Buddha dianggap relevan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Dengan demikian, perayaan Waisak tidak hanya menjadi ritual spiritual, tetapi juga ajakan untuk hidup bersama dalam kedamaian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
Tiga Pemuda Tewas di Baron, Polisi Pastikan Kecelakaan Murni
Truk Pertamina Ditahan Dua Hari di SPBU Banyuwangi
Harapan Hidup Banyuwangi Naik, Lansia Dilibatkan Rancang Kebijakan
KPK Serahkan Aset Korupsi Rp1,6 Miliar ke BPN Probolinggo
22 Calon Pengantin di Sidoarjo Positif HIV
Berita Terbaru
188 Kasus Kontrak Pemain, APPI Desak Klub Bayar Tunggakan
Operator Seluler Tunggu Aturan Turunan PP Tunas
Kawanan Monyet Serbu Dua Dusun, Warga Ciamis Waswas
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
Nasib 9 Wakil Asia di Piala Dunia 2026
Queiroz Sindir VAR "Pergi Ngopi" Usai Ghana Dirampok Penalti
Tio Pakusadewo Pulih, Cegukan Tanda Jantung Bermasalah
Bahasa Bali Gaul, Slang Anak Muda yang Hidup di Tengah Modernisasi