Hindari 7 Kebiasaan Ini Setelah Jam 7 Malam untuk Jantung Sehat
Gambar atau konten salah?
Kesihatan jantung tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kita makan dan seberapa aktif kita di siang hari. Bagaimana kita bersikap setelah jam kerja, terutama setelah pukul 19.00, juga memengaruhi fungsi kardiovaskular tubuh.
Menurut Dr. Sanjay Bhojraj, MD, ahli kardiologi, banyak orang tidak memperhatikan kebiasaan mereka di malam hari. “Pilihan di malam hari menentukan apakah tubuh beralih ke mode perbaikan atau tetap dalam mode stres,” ujarnya, dikutip dari CNBC International.
Berikut adalah tujuh kebiasaan yang sebaiknya dihindari setelah pukul 7 malam untuk menjaga kesehatan jantung:
- Makan Larut Malam
Metabolisme tubuh mengikuti ritme sirkadian. Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun, sehingga tubuh tidak bekerja optimal dalam memproses glukosa dan lemak. Akibatnya, makan larut dapat memicu lonjakan gula darah, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa makan lebih awal berkaitan dengan tekanan darah yang lebih stabil dan kontrol gula darah yang lebih baik. Proses pencernaan di malam hari juga dapat mengganggu mekanisme pemulihan tubuh saat tidur.
- Terpapar Cahaya Terang Berlebihan
Paparan cahaya terang, terutama spektrum biru, menekan produksi melatonin. Hormon ini penting dalam mengatur siklus tidur, tekanan darah, dan aktivitas antioksidan pada sistem kardiovaskular. Cahaya di malam hari juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner serta gangguan penurunan tekanan darah alami saat tidur.
- Menonton Tayangan yang Memicu Stres
Tayangan menegangkan seperti debat, reality show, atau pertandingan olahraga dapat memicu stres emosional. Kondisi ini mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung, dan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa stres, baik akut maupun kronis, berkontribusi terhadap disfungsi endotel, tahap awal penyakit kardiovaskular.
“Secara pribadi, saya menyukai serial yang bagus seperti orang lain. Hanya saja saya tidak menontonnya di malam hari,” kata Dr. Sanjay. “Saya akan menyimpan drama gila orang lain untuk akhir pekan, ketika sistem saraf saya mampu menanggungnya. Meningkatkan hormon stres tepat sebelum tidur seperti menginjak pedal gas saat Anda memasuki garasi,” lanjutnya.
- Olahraga Intensitas Tinggi di Malam Hari
Olahraga penting untuk jantung, namun waktunya juga penting. Latihan berat di malam hari dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol dan menunda tubuh masuk ke fase istirahat. Akibatnya, kualitas tidur menurun, detak jantung tetap tinggi saat malam, dan variabilitas detak jantung berkurang. Variabilitas detak jantung merupakan indikator penting kesehatan kardiovaskular.
- Konsumsi Alkohol
Alkohol dapat mengganggu kualitas tidur dengan menekan fase REM dan mengacaukan produksi melatonin. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan detak jantung saat istirahat serta menghambat penurunan tekanan darah alami di malam hari. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
- Percakapan Penuh Emosi
Diskusi emosional di malam hari dapat memicu lonjakan hormon stres, menurunkan variabilitas detak jantung, bahkan memicu aritmia pada individu yang rentan. “Pertengkaran di malam hari dengan istri tidak hanya merusak suasana hati. Hal itu membanjiri sistem tubuh dengan hormon stres tepat pada saat tubuh yang seharusnya beristirahat,” ujar Dr. Sanjay. “Beberapa percakapan penting. Hanya saja, tidak semuanya perlu terjadi malam ini,” tambahnya.
- Paparan Layar Tanpa Batas
Penggunaan ponsel, tablet, atau televisi tanpa kontrol di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian. Cahaya biru dari layar menunda produksi melatonin, sehingga waktu tidur menjadi lebih larut dan kualitasnya menurun. Gangguan tidur kronis diketahui berkaitan dengan hipertensi, resistensi insulin, peradangan, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
“Bagi saya, setelah pukul 7 malam, aturan saya sederhana: Kurangi gangguan sirkadian dan stres simpatik, dan biarkan jantung Anda pulih,” tutupnya.
Dengan memperhatikan kebiasaan di malam hari, kita dapat membantu tubuh beralih ke mode pemulihan daripada tetap dalam mode stres. Kebiasaan sederhana seperti makan lebih awal, menghindari cahaya biru, menonton tayangan ringan, berolahraga di siang hari, mengurangi alkohol, menjaga percakapan damai, dan membatasi waktu layar dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang
76 Calon Paskibraka Nasional 2026 Diumumkan, 119.441 Pendaftar Tersaring
Starmer Mundur sebagai PM Inggris, Akui Kehilangan Dukungan Partai
Polda Bali dan 25 Ribu Pecalang Gelar Apel Bersama Jelang Hari Bhayangkara
Jenderal TNI Tarik Ajudan di Jogja Marathon
MPLS 2026/2027 Resmi Lima Hari, Lebih Lama dari Aturan Sebelumnya
Berita Terbaru
DPRD Jabar: Jangan Korbankan Beasiswa Miskin Demi Sekolah Swasta
15,6% Warga Malaysia Mengidap Diabetes, Banyak Tak Sadar
Kaki Lima Festival 2026 di Leuven perkenalkan Indonesia ke Eropa
PLN Tak Ganti Dirut, Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin Lima Tahun
22 Calon Pengantin di Sidoarjo Positif HIV
Promo Salju Trans Snow Surabaya Hanya Rp98 Ribu
Messi Cetak Rekor 18 Gol, Argentina Lolos ke Babak 32 Besar
Marquez Perpanjang Kontrak Ducati hingga 2028
7.000 Buruh di Pasuruan dan Mojokerto Terancam PHK Akibat Pabrik Pindah ke Vietnam
