Huntara Hancur Akibat Angin Kencang di Langkahan, Aceh Utara
Gambar atau konten salah?
Delapan unit hunian sementara (Huntara) di dua desa di Langkahan, Aceh Utara, hancur akibat angin kencang pada sore hari 4 Juni 2026. Kepala keluarga yang tinggal di unit-unit tersebut, delapan KK, kini harus mengungsi.
Unit-unit yang rusak berada di Desa Rumoh Rayeuk dan Desa Bukit Linteung. Menurut Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti, “Enam Huntara rusak berat dan dua unit rusak sedang.” Ia menambahkan bahwa korban terdampak adalah tiga KK di Rumoh Rayeuk dan lima KK di Buket Linteung. Mereka sekarang tinggal di Huntara tetangga.
Bahron juga menyatakan, “Masyarakat telah mengevakuasi barang‑barang rumah ke tempat lebih aman dan sudah membersihkan puing‑punging runtuhan rumah yang rusak.” Evakuasi ini dilakukan setelah angin kencang menghantam wilayah tersebut.
Sejak kejadian sebelumnya, 58 unit Huntara di Kecamatan Langkahan telah mengalami kerusakan akibat angin kencang pada sore hari 2 Juni. Data BPBA menunjukkan bahwa unit-unit yang rusak tersebar di beberapa desa, termasuk Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan.
Rincian kerusakan pada 3 Juni menunjukkan bahwa di Rumoh Rayeuk terdapat 36 unit Huntara, dengan 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan. Di Buket Linteung, tepatnya di Dusun Leubok Meuku, tercatat 7 unit rusak berat dan 1 unit tempat ibadah turut terdampak. Di Geudumbak, 10 unit terdampak, terdiri dari 4 unit rusak berat, 4 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan. Sementara di Desa Langkahan, 5 unit mengalami kerusakan ringan.
Situasi ini menyoroti betapa seringnya wilayah Aceh Utara mengalami cuaca ekstrem yang mengancam hunian sementara. Evakuasi cepat dan pembersihan puing menjadi langkah penting untuk meminimalisir dampak lebih lanjut. Kesiapsiagaan dan koordinasi antara masyarakat dan BPBA menjadi kunci dalam menghadapi bencana serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
