Idul Adha 2026: Hari Tasyrik 28‑30 Mei, Pagar Puasa Dilarang

Bima J. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 373 dibaca
Bisik.id
Idul Adha 2026: Hari Tasyrik 28‑30 Mei, Pagar Puasa Dilarang

Gambar atau konten salah?

Hari Raya Idul Adha 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 H diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Setelah hari raya kurban tersebut, umat Islam akan memasuki waktu istimewa yang disebut Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Di momen ini, umat Islam dilarang keras menahan lapar dan dahaga. Menurut Majelis Ulama Indonesia, larangan berpuasa di Hari Tasyrik karena waktu tersebut dianjurkan untuk menikmati hidangan dan olahan daging qurban. Kata “Tasyrik” berasal dari “syarraqa”, yang berarti menjemur sesuatu di bawah terik matahari. Ini merujuk pada kebiasaan menjemur daging kurban menjadi dendeng sebelum adanya kulkas.

Untuk mengetahui jadwal Hari Tasyrik 2026 secara rinci, kita merujuk pada estimasi Hari Raya Idul Adha 1447 H. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan penanggalan Zulhijah sebagai berikut:

  • 18 Mei 2026 – Zulhijah 1447 H
  • 26 Mei 2026 – Hari Arafah (9 Zulhijah)
  • 27 Mei 2026 – Idul Adha (10 Zulhijah)
  • 28 Mei 2026 – 11 Zulhijah (Hari Tasyrik)
  • 29 Mei 2026 – 12 Zulhijah (Hari Tasyrik)
  • 30 Mei 2026 – 13 Zulhijah (Hari Tasyrik)

Sementara itu, Kementerian Agama RI akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Mei 2026 di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, untuk menentukan awal Zulhijah secara resmi melalui metode hisab dan rukyatul hilal. Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 memprediksi Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Jika prediksi ini tepat, maka jadwal Hari Tasyrik versi pemerintah selaras dengan Muhammadiyah: 28 Mei 2026, 29 Mei 2026, dan 30 Mei 2026.

Bagi yang biasa menjalankan puasa sunnah, penting dicatat bahwa pada tiga hari ini hukumnya haram berpuasa. Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan bahwa hari-hari ini adalah waktu untuk merayakan nikmat Allah dengan makan dan minum. Berikut dalil rujukan:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ "Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: 'Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji'." (HR. Bukhari, no. 1859).

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ Nَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ "Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum'." (HR. An-Nasa'i, no. 2954).

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ "Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, 'Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir'." (HR Muslim).

Walaupun berpuasa dilarang, tidak berarti ibadah berhenti. Pada Hari Tasyrik dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Surat Al-Kautsar ayat 2: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ menegaskan: “Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah!”. Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menegaskan bahwa Hari Tasyrik adalah hari zikir kepada Allah.

Dengan demikian, pada Idul Adha 2026 dan hari-hari berikutnya, umat Islam dapat berbagi kebahagiaan melalui hidangan kurban, meningkatkan ketakwaan, dan mengikuti ajaran agama. Selamat berkurban.

Hari Tasyrik menegaskan pentingnya menikmati hasil kurban dan beribadah, mengingatkan umat Islam untuk tidak menahan lapar pada hari yang dikhususkan untuk makan, minum, dan zikir.

Idul Adha 2026Hari Tasyriklarangan puasaqurbanzikirKalender HijriahKementerian Agama RI

Komentar

Memuat komentar...