IHSG Anjlok 1,75% ke 6.204,63
Gambar atau konten salah?
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat, 24 Juli, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup dalam. Data dari RTI Business menunjukkan IHSG turun 1,75% ke angka 6.204,63. Bahkan, indeks sempat menyentuh level 6.161,13, atau turun lebih dari 2%.
Sepanjang sesi I, volume perdagangan mencapai 24,60 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 10,51 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.459.047 kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 80 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 594 saham justru melemah, sementara 115 saham lainnya bergerak stagnan. Indeks LQ45 juga ikut tertekan, turun 1,66% ke level 616.700.
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa global yang juga terkoreksi. Nikkei 225 Index (N225) turun 2,95% ke level 64.462,80 pada penutupan sesi pertama. Hang Seng Index (HSI) juga berkurang 1,28% ke posisi 24.888,10. Shanghai Composite Index (SSEC) tercatat turun 1,30% ke angka 3.826,55. Sementara itu, bursa tetangga, Straits Times Index (STI), melemah 0,36% ke level 5.561,46.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi di pasar saham Indonesia, melainkan juga di berbagai bursa utama Asia. Pelemahan IHSG yang sempat menyentuh lebih dari 2% mengindikasikan sentimen negatif yang cukup kuat di awal perdagangan, meskipun indeks kemudian sedikit membaik hingga akhir sesi pertama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
