IHSG Ditutup Merah, Ambrol 30,8% dalam Enam Bulan
Gambar atau konten salah?
Pada hari Selasa, 28 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah. Berdasarkan data dari RTI, indeks berakhir di level 6.130. Angka ini turun 55 poin atau sekitar 0,89 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Situasi melemah sudah terlihat sejak awal perdagangan. Saat pembukaan, IHSG langsung berada di level 6.175. Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 6.199. Namun, tekanan jual terus berlangsung hingga level terendah harian tercatat di 6.130.
Total nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp10,85 triliun. Sebanyak 25,43 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 1.677.579 kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 265 saham berhasil menguat. Sementara itu, 360 saham mengalami pelemahan dan 172 saham lainnya tidak bergerak alias stagnan.
Jika dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, kinerja IHSG menunjukkan hasil yang beragam. Secara bulanan, indeks masih mencatat kenaikan sebesar 8,64 persen. Namun, dalam sepekan terakhir justru melemah 3,30 persen. Lebih buruk lagi, dalam enam bulan terakhir IHSG ambles hingga 30,80 persen. Begitu pula secara year to date, indeks tercatat turun 29,10 persen.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada lonjakan dalam sebulan terakhir, tren jangka menengah dan panjang IHSG masih berada di bawah tekanan. Pelemahan mingguan, enam bulanan, dan tahunan jauh lebih besar dibandingkan kenaikan bulanan yang terjadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
