IHSG Melemah 0,64% ke 6.091,39

Teguh A. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Melemah 0,64% ke 6.091,39

Gambar atau konten salah?

Pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. Indeks merosot 0,64% ke posisi 6.091,39. Pelemahan ini terjadi karena mayoritas sektor saham mengalami tekanan jual.

Beberapa saham justru menjadi penopang utama indeks. Tiga di antaranya adalah BBCA, BRPT, dan TPIA. Sementara itu, saham MPRO, BREN, dan MORA tercatat sebagai saham dengan penurunan terdalam di antara penggerak pasar.

Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp183,81 miliar di pasar reguler. Namun bila dilihat secara keseluruhan di seluruh pasar, investor asing masih membukukan beli bersih yang cukup besar, mencapai Rp8,97 triliun.

Dari total 11 sektor yang diperdagangkan, delapan sektor ditutup melemah. Sektor properti menjadi yang terburuk dengan penurunan mencapai 2,75%. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan tertinggi, meski hanya menguat tipis 0,18%.

Pergerakan IHSG sejalan dengan bursa saham global. Bursa Amerika Serikat juga ditutup di zona negatif. Indeks Dow Jones turun 2,19%, S&P 500 melemah 1,52%, dan Nasdaq terkoreksi 1,74%. Pelaku pasar masih mencermati rilis laporan keuangan semester I-2026. Selain itu, ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed, juga menjadi perhatian utama.

ETF EIDO turun 0,33%, sedangkan MSCI Indonesia bergerak relatif datar dengan kenaikan tipis 0,08%.

Di sisi lain, sejumlah emiten merilis kabar terbaru. Berikut ringkasannya:

Sariguna Primatirta (CLEO)

Perusahaan air minum dalam kemasan ini memperluas kapasitas produksinya. CLEO membangun tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Pabrik di Palu ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026. Dua pabrik lainnya menyusul pada kuartal IV-2026.

Dengan tambahan ini, jumlah pabrik CLEO akan mencapai 32 unit. Perusahaan juga didukung lebih dari 450 jaringan distribusi internal serta sekitar 11.000 mitra distribusi. Hingga akhir tahun, CLEO menargetkan jaringan distribusi internal bertambah menjadi 500 titik.

Ekspansi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi. Pada kuartal I-2026, penjualan CLEO tercatat Rp774,40 miliar. Angka ini meningkat 15,80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sepanjang 2025, perseroan membukukan penjualan bersih Rp2,83 triliun dan EBITDA sebesar Rp783 miliar. Laba bersih menjadi Rp389,51 miliar, seiring meningkatnya biaya operasional akibat penambahan pabrik dan depo.

Timah (TINS)

Emiten tambang timah ini mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan pada semester I-2026. Pendapatan naik 146,92% menjadi Rp10,42 triliun. Kenaikan ini didorong peningkatan volume penjualan logam timah sebesar 85,13% menjadi 10.984 metrik ton. Harga jual rata-rata juga naik menjadi US$49.794 per metrik ton.

Kinerja tersebut mendorong laba usaha meningkat menjadi Rp3,46 triliun dan EBITDA menjadi Rp3,90 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,71 triliun. Angka ini meningkat 804,70% dibandingkan semester I-2025. Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 169% dari target laba bersih perseroan untuk tahun buku 2026 sebesar Rp1,61 triliun.

Bank Negara Indonesia (BBNI)

BBNI kembali menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback. Alokasi dana maksimal mencapai Rp627 miliar yang berasal dari kas internal. Program ini menjadi buyback kedua perseroan pada 2026. Sebelumnya, BBNI telah menyelesaikan buyback senilai Rp905,48 miliar dengan realisasi 77,86 juta saham.

Buyback tahap kedua berlangsung pada periode 27 Juli hingga 26 Oktober 2026. Berdasarkan proforma per 31 Mei 2026, setelah pelaksanaan program tersebut, total aset diperkirakan menjadi Rp1.364,74 triliun. Total ekuitas menjadi Rp160,37 triliun. Sementara itu, laba per saham (EPS) diproyeksikan meningkat tipis menjadi Rp244. Imbal hasil atas ekuitas (ROE) menjadi 14,52%.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • TPIA - Buy 2170-2190 | TP 2230-2280 | SL 2050
  • MEJA - Buy 97-99 | TP 101-103 | SL 91
  • CLEO - Buy 380-384 | TP 388-394 | SL 362
  • AMMN - Buy 3900-3920 | TP 4000-4050 | SL 3690
  • BRPT - Buy 1770-1780 | TP 1805-1830 | SL 1680

Perlu diingat bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif. Ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Pelemahan bursa global turut menekan indeks, sementara sejumlah emiten justru menunjukkan kinerja positif. Ekspansi CLEO, lonjakan laba TINS, dan buyback BBNI menjadi sorotan utama di tengah pelemahan pasar.

IHSG melemahsahaminvestor asingbursa globalCLEOTINSBBNI

Komentar

Memuat komentar...