IHSG Melemah, Asing Jual Bersih Rp1,22 Triliun

Bayu K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Melemah, Asing Jual Bersih Rp1,22 Triliun

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Indeks turun 0,30 persen ke posisi 6.315,31. Meskipun saham-saham seperti MPRO, BUMI, dan AMMN mencatat penguatan, tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, ASII, dan TLKM menjadi penyebab utama pelemahan indeks.

Investor asing masih melakukan aksi jual bersih. Nilainya mencapai Rp712,21 miliar di pasar reguler. Jika dihitung dari seluruh pasar, angka jual bersih asing mencapai Rp1,22 triliun. Dari total 11 sektor yang ada, empat sektor ditutup melemah. Sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan penurunan sebesar 1,32 persen. Di sisi lain, sektor properti justru mencatat kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 3,13 persen.

Kondisi pasar global juga tidak mendukung. Indeks saham Amerika Serikat kompak melemah. Dow Jones turun 0,97 persen, S&P 500 terkoreksi 1,21 persen, dan Nasdaq melemah 2,15 persen. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya perhatian pasar terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak dunia juga membuat pelaku pasar lebih berhati-hati. Dampaknya terlihat pada pelemahan ETF EIDO sebesar 2,13 persen dan indeks MSCI Indonesia yang turun 1,76 persen.

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO)

GPSO tengah melanjutkan transformasi bisnis. Perusahaan memperluas jangkauan usahanya ke pasar Asia. Langkah ini dilakukan dengan menjual komponen mekanikal untuk segmen aftermarket. Ekspansi ini terjadi setelah Tjokro Group mengambil alih kendali perusahaan. Proses akuisisi selesai pada November 2025, dan penawaran tender wajib rampung pada Februari 2026.

GPSO tidak hanya melayani segmen original equipment manufacturer (OEM). Perusahaan kini juga menjangkau distributor, peritel, dan pelanggan industri. Diversifikasi ini diharapkan bisa memperkuat sumber pendapatan. Permintaan dari segmen aftermarket bersifat berulang, sehingga bisa memberikan pendapatan yang lebih stabil.

Perusahaan juga sedang dipersiapkan menjadi pusat pengembangan bisnis komponen mekanikal dan machining bagi Tjokro Group. Rencananya, GPSO akan membangun layanan yang terintegrasi di sepanjang rantai pasok.

PT Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG)

BLOG mencatatkan pendapatan sebesar Rp732,90 miliar pada semester I-2026. Angka ini meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp626,50 miliar. Laba bersih perusahaan juga bertambah. Dari Rp71,10 miliar menjadi Rp77,60 miliar, atau naik 9,1 persen.

Pertumbuhan ini didukung oleh pengembangan jaringan logistik. BLOG kini memiliki 16 fasilitas pergudangan dan cold storage di berbagai daerah. Perusahaan juga sedang merampungkan pembangunan fasilitas cold storage baru di Pulau Jawa. Fasilitas ini akan meningkatkan kapasitas penyimpanan sekaligus memperkuat jaringan distribusi untuk mendukung ekspansi usaha.

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA)

AKRA memutuskan untuk membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026. Nilainya Rp50 per saham, atau sekitar Rp1 triliun secara total. Keputusan ini disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris pada 21 Juli 2026. Dasar pengambilan keputusan adalah posisi keuangan perusahaan per 30 Juni 2026.

Pada periode tersebut, AKRA membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,43 triliun. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp10,57 triliun. Total ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp12,96 triliun. Nilai dividen interim ini setara dengan sekitar 70,14 persen dari laba semester I-2026.

Jika dihitung dari harga penutupan saham AKRA di level Rp1.410 pada 23 Juli 2026, dividen interim ini memberikan dividend yield sekitar 3,55 persen. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 31 Juli 2026. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 14 Agustus 2026.

Rekomendasi Saham

  • BULL - Beli 390-394 | Target harga 400-414 | Stop loss 370
  • LSIP - Beli 1385-1395 | Target harga 1410-1440 | Stop loss 1305
  • TAPG - Beli 1710-1720 | Target harga 1735-1790 | Stop loss 1630
  • DSNG - Beli 1335-1345 | Target harga 1370-1400 | Stop loss 1260
  • MEDC - Beli 1380-1390 | Target harga 1410-1430 | Stop loss 1300

Perlu diingat bahwa semua analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif. Ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh tekanan jual asing dan sentimen global yang kurang mendukung. Namun, beberapa emiten seperti GPSO, BLOG, dan AKRA tetap menunjukkan aktivitas korporasi yang aktif, mulai dari ekspansi bisnis hingga pembagian dividen.

IHSG melemahtekanan jual asingsaham kapitalisasi besarekspansi bisnisdividen interimrekomendasi sahamsentimen global

Komentar

Memuat komentar...