IHSG Melemah Tajam, Prediksi Menteri Keuangan Meleset Lagi
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan pagi ini. Hal ini bertentangan dengan prediksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya mengharapkan bursa saham akan menguat. "Seharusnya bursanya akan naik, jadi Anda tidak perlu khawatir. (Perdagangan Senin tidak akan mengalami penurunan?) Tentu saja tidak, pasti akan naik," ujar Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada tanggal 31 Januari 2026.
Berdasarkan data RTI pada tanggal 2 Februari 2026, IHSG pukul 10.30 WIB berada di level 7.919, mengalami penurunan sebesar 410 poin atau 4,92%. Angka ini menunjukkan penurunan lebih lanjut dibandingkan dengan pembukaan di level 8.306.
Purbaya sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa pasar saham Indonesia tidak akan terganggu, terutama setelah penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada tanggal 30 Januari 2026. "Ada sistem otomatis yang dapat dengan cepat menggantikan Direktur Utama yang ada, dan itu berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa sistem sudah cukup baik, jadi tidak akan ada gangguan di bursa," katanya.
Dalam pandangannya, Purbaya menilai bahwa investor akan lebih fokus pada fundamental perekonomian Indonesia. Dia menegaskan akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mendekati 6% tahun ini. "Mereka akan melihat pada fundamental, karena fundamental ekonominya bagus. Saya akan terus memperbaiki. Saya optimis, tahun ini ekonominya bisa tumbuh dan saya akan dorong mendekati 6%," jelasnya.
Pasar saham Indonesia saat ini berada dalam fase yang penuh tantangan. Penurunan IHSG menunjukkan adanya ketidakpastian di kalangan investor, meskipun pihak pemerintah berusaha untuk memastikan stabilitas pasar. Dengan harapan akan pertumbuhan ekonomi yang positif, langkah-langkah yang tepat dari pejabat terkait diharapkan dapat membawa kembali kepercayaan investor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
