IHSG Menguat 0,5% Ditengah Jual Bersih Asing Rp182 Miliar
Gambar atau konten salah?
Pada penutupan perdagangan Rabu, 05 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan. Indeks saham utama Indonesia ini bergerak di kisaran level 6.300-an, meskipun di saat yang bersamaan terjadi aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell sepanjang sesi perdagangan hari itu.
Data dari RTI Business menunjukkan bahwa IHSG menguat sebesar 0,50% dan berakhir di posisi 6.351,13. Pada sesi pertama perdagangan siang tadi, indeks sempat menyentuh level tertingginya di angka 6.367,82. Angka ini menjadi catatan tersendiri di tengah tekanan jual dari luar negeri.
Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang, kinerja IHSG dalam lima hari terakhir menunjukkan tren positif dengan penguatan mencapai 4,26%. Sementara itu, dalam sebulan terakhir, indeks saham Garuda ini tercatat melesat hingga 8,13%. Angka-angka ini menggambarkan optimisme yang masih terjaga di pasar modal.
Volume perdagangan pada hari itu tercatat sangat besar, mencapai 40,35 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang terjadi pun tembus Rp 14,93 triliun. Total frekuensi perdagangan saham sepanjang hari ini mencapai 2.334.825 kali. Angka ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup padat.
Namun, tidak semua indeks bergerak seirama. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham paling likuid, justru tercatat melemah tipis 0,19% ke level 633.989. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 406 saham berhasil menguat, 208 saham mengalami pelemahan, dan 178 saham lainnya bergerak stagnan. Artinya, meski IHSG naik, kekuatan penguatan tidak merata di semua sektor.
Satu hal yang menarik adalah besarnya aksi jual bersih asing. Pada hari ini, net foreign sell tercatat sebesar Rp 182,77 miliar. Jika diakumulasi sepanjang tahun 2026, total jual bersih oleh investor asing sudah mencapai angka yang sangat besar, yaitu Rp 72,07 triliun. Ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG menguat, investor asing cenderung mengurangi posisi mereka di pasar saham Indonesia.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG di tengah derasnya arus keluar modal asing menjadi gambaran yang menarik. Pasar domestik tampaknya masih memiliki daya tahan, setidaknya untuk sementara waktu, meskipun tekanan dari luar terus berlangsung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
