IHSG menutup 29 April naik 0,41% mencapai 7.101,23

Ika P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
IHSG menutup 29 April naik 0,41% mencapai 7.101,23

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (29 April 2024) dengan kenaikan 0,41%, mencapai 7.101,23. Kenaikan ini didorong oleh saham TLKM naik 1,77%, IMPC melesat 7,44%, dan APIC melonjak 14,50%.

Di sisi lain, saham TPIA mengalami penurunan paling tajam, turun 4,50%, diikuti oleh DSSA turun 2,55% dan MORA terkoreksi 4,43%. Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 986,58 miliar di pasar reguler, dan Rp 1,19 triliun di seluruh pasar.

Secara sektoral, mayoritas sektor berada di zona merah. Sebanyak 9 dari 11 sektor mengalami penurunan. Sektor basic industry menjadi yang paling tertekan, turun 1,08%, sementara sektor industrial mencatat kenaikan tertinggi, naik 2,41%.

Pergerakan bursa global menunjukkan variasi. Indeks Dow Jones turun 0,57% ke level 48.861, S&P 500 melemah tipis 0,04% ke 7.135, dan Nasdaq menguat terbatas 0,04% ke posisi 24.673. Bank sentral Amerika Serikat memutuskan menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,50–3,75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Volatilitas IHSG terpantau relatif stabil, tercermin dari ETF Indonesia (EIDO) turun 0,46% dan MSCI Indonesia naik 0,16%.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sedang mengembangkan hilirisasi batu bara melalui proyek Dimethyl Ether (DME). Perseroan menargetkan pengolahan batu bara hingga 7 juta ton per tahun untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun. Proyek ini berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dan merupakan hasil kerja sama dengan MIND ID dan Pertamina. Proyek ini telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

PTBA memanfaatkan batu bara berkalori rendah yang selama ini belum optimal digunakan. Fasilitas produksi akan dibangun di kawasan Bukit Asam Industrial Estate (BEKI) dengan luas mencapai 585 hektare, didukung pasokan listrik dari PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2x660 MW. Proyek ini diperkirakan mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 5.380 orang, baik pada tahap pembangunan maupun operasional.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan pembagian dividen tunai dari tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun atau setara Rp 476,95 per saham. Nilai tersebut mencerminkan 79% dari laba bersih konsolidasi yang tercatat sebesar Rp 56,29 triliun. Sebelumnya, Bank Mandiri telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp 9,32 triliun atau Rp 100 per saham. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan mencapai Rp 35,15 triliun atau Rp 376,95 per saham. Sebesar Rp 11,82 triliun atau 21% dari laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis ke depan. Perseroan menyatakan jadwal cum date dan pembayaran dividen akan diumumkan kemudian.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ELSA | Buy 820-835 | TP 850-870 | SL 780
  • MEDC | Buy 1790-1800 | TP 1830-1875 | SL 1680
  • BIPI | Buy 248-252 | TP 260-270 | SL 234
  • ARTO | Buy 1410-1425 | TP 1450-1500 | SL 1325
  • AADI | Buy 11200-11300 | TP 11475-11700 | SL 10650

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Pergerakan pasar menunjukkan ketidakpastian, namun PTBA dan BMRI menunjukkan potensi pertumbuhan. Sektor industri menunjukkan dinamika yang dapat mempengaruhi keputusan investasi di masa depan.

IHSGPT Bukit AsamDMEPT Bank MandiriSektor industriBank Sentral ASDividen

Komentar

Memuat komentar...