IHSG naik 0,36% pada 7 Mei, saham Prajogo turun banyak
Gambar atau konten salah?
Pasar modal Indonesia pada hari Kamis, 07 Mei 2023, menunjukkan pergerakan ringan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sedikit hingga penutupan sesi I, meski pada pembukaan indeks sempat naik hingga 1,5 %.
Menurut data perdagangan sesi I, IHSG naik 0,36 % dan mencapai level 7.117,97. Sebelumnya, indeks sudah menyentuh puncaknya di 7.204,78 pada awal perdagangan.
Volume perdagangan pada hari itu tercatat 26,12 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,32 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1 548 911 kali hingga penutupan sesi I.
Di antara 1.548.911 transaksi, terdapat 339 saham yang menguat, 299 saham yang melemah, dan 178 saham yang bergerak stagnan. Semua saham milik konglomerat Prajogo Pangestu mengalami penurunan nilai pada akhir sesi I.
Berikut rincian penurunan saham Prajogo Pangestu:
- PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 0,88 % menjadi Rp 5.600 per saham.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 2,02 % menjadi Rp 1.215.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,06 % menjadi Rp 2.220.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 3,94 % menjadi Rp 4.630.
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 4,35 % menjadi Rp 1.100.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun paling tajam, 9,41 % menjadi Rp 5.775.
Pergerakan indeks dan saham Prajogo Pangestu mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia pada hari tersebut, di mana sebagian besar saham mengalami penurunan meski indeks keseluruhan tetap menguat sedikit.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
