IHSG naik 1,10% menjadi 6.162,04, energi tetap menekan
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat setelah melemah delapan hari beruntun. Pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat, 22 Mei 2024, indeks saham Garuda naik pada level 6.100-an.
Menurut data RTI Business, IHSG menguat 1,10% menjadi 6.162,04 pada penutupan perdagangan. Sebelumnya, indeks melemah hingga menyentuh 5.966,86 di awal perdagangan, mencatat titik terendah sejak lima tahun terakhir.
Selama sesi, tercatat volume transaksi sebesar 40,26 miliar dengan nilai transaksi Rp 21,55 triliun. Frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 1.970.653 kali.
Mayoritas saham hari ini terpantau menguat. Rinciannya: 449 saham menguat, 251 saham bergerak melemah, dan 118 saham stagnan. Secara akumulatif sepanjang 2026, IHSG melemah hingga 28,74 %.
Tekanan masih terjadi pada saham-saham konglomerasi di sektor energi. Emiten milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), misalnya melemah 10,66 % ke harga Rp 545 per saham. Emiten energi milik konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), melemah 4,53 % ke harga Rp 10.000 per saham. Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), juga melemah 3,74 % ke harga Rp 515 per saham.
Indeks kembali kuat, namun sektor energi tetap menekan. Kinerja pasar menunjukkan ketidakseimbangan antara saham yang menguat dan yang melemah, menandakan volatilitas yang masih tinggi di pasar modal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
