IHSG Naik 1,20% ke 7.106,84, Transport Leda, Pasar AS Turun

Ayu W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
IHSG Naik 1,20% ke 7.106,84, Transport Leda, Pasar AS Turun

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan pada 17 Maret 2024 di zona positif, naik 1,20% menjadi 7.106,84. Kenaikan ini didorong oleh beberapa saham utama.

Di antara saham yang menguat, DCII mencatat kenaikan 5,80%, TLKM naik 3,04%, dan MDKA melonjak 8,17%. Sebaliknya, BREN turun 2,93%, ASII melemah 0,85%, dan GOTO terkoreksi 1,92%.

Aktivitas investor asing di pasar reguler menunjukkan beli bersih Rp155,35 miliar, namun secara keseluruhan pasar masih mencatat jual bersih Rp679,10 miliar. Sektor transportasi memimpin kenaikan di semua sektor, naik 3,69%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan kompak. Dow Jones turun 0,18% ke 46.124, S&P 500 terkoreksi 0,37% ke 6.556, dan Nasdaq turun 0,84% ke 21.761. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian terkait proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang melibatkan sejumlah negara mediator. Dampaknya, indeks ETF EIDO ikut turun 1,04%, meski indeks MSCI Indonesia masih mencatat kenaikan 0,69%.

Pemerintah mendorong peningkatan produksi batu bara nasional pada tahun ini di atas rencana awal 600 juta ton. Kebijakan tersebut juga disertai rencana pengenaan pungutan ekspor guna menjaga kondisi fiskal. Hingga pertengahan Maret, realisasi persetujuan RKAB telah mencapai 400 juta ton. Pemerintah juga tengah mempercepat proses persetujuan lanjutan, termasuk membuka peluang penyesuaian volume bagi produsen tertentu. Kondisi ini dinilai memberikan ruang bagi emiten batu bara dengan porsi ekspor besar seperti ITMG, HRUM, dan AADI.

Pyridam Farma (PYFA) menyiapkan aksi penambahan modal melalui penerbitan hingga 5,7 miliar saham baru yang akan disertai dengan waran. Rencana ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 22 April 2024. Dana yang dihimpun akan difokuskan untuk rencana akuisisi fasilitas produksi milik Mayne Pharma di Australia Selatan serta mendukung penguatan struktur permodalan. Langkah ini melanjutkan ekspansi PYFA di pasar internasional setelah sebelumnya mengakuisisi Probiotec, perusahaan manufaktur dan distribusi farmasi di Australia, pada Juni 2024 dengan nilai transaksi mencapai USD 251,32 juta. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperluas kapasitas produksi dan jangkauan bisnis di sektor farmasi.

  • AADIBuy 10.350–10.450 | TP 10.725–10.900 | SL 9.800
  • EXCLBuy 2.860–2.900 | TP 3.000–3.060 | SL 2.700
  • MEDCBuy 1.780–1.790 | TP 1.820–1.860 | SL 1.675
  • SRTGBuy 1.625–1.640 | TP 1.670–1.695 | SL 1.500
  • EMTKBuy 770–780 | TP 805–825 | SL 725

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menampilkan performa positif di tengah ketidakpastian global. Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi batu bara dan langkah ekspansi perusahaan farmasi menambah dinamika pasar, sementara investor asing tetap berhati-hati dalam menilai prospek jangka panjang.

IHSGDCIIInvestor AsingBatu BaraPYFAProbiotecAS-Iran

Komentar

Memuat komentar...