IHSG Sesi I Menguat 0,69% ke 6.363
Gambar atau konten salah?
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu 05 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan. Indeks bergerak di zona hijau sejak awal pembukaan pagi tadi.
Data dari RTI Business menunjukkan IHSG naik 0,69% ke level 6.363,01 hingga penutupan sesi pertama. Indeks dibuka pada posisi 6.338,59 dan terus menguat sepanjang sesi.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 20,66 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,88 triliun. Frekuensi perdagangan saham selama sesi I mencapai 1.351.818 kali.
Indeks LQ45 juga ikut menguat 0,24% ke level 636.750. Secara keseluruhan, sebanyak 436 saham tercatat menguat, 179 saham melemah, dan 172 saham stagnan.
Beberapa saham mencatatkan kenaikan signifikan. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melonjak 9,52% ke harga Rp 805 per saham. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 7,55% ke Rp 1.425 per saham. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menguat 5,88% ke Rp 3.060 per saham.
Di sisi lain, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar justru tertekan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melemah 0,33% ke Rp 3.050. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 0,55% ke Rp 3.640. PT Bank Central Indonesia Tbk (BBCA) melemah 0,77% ke Rp 6.450.
Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan sentimen positif masih mendominasi pasar, meskipun tekanan pada saham perbankan menjadi catatan tersendiri. Kenaikan saham-saham seperti Kalbe Farma dan Alfaria menjadi motor penggerak utama indeks di sesi pertama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
