IHSG Terkoreksi 1,61%, Namun Saham EMAS dan CPIN Menguat
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Senin, 16 Maret 2023 dengan penurunan sebesar 1,61%, berakhir di level 7.022,29. Di tengah penurunan indeks, beberapa saham justru mengalami kenaikan yang signifikan. Saham EMAS memimpin penguatan dengan kenaikan 17,86%, diikuti oleh SMMA yang naik 9,00%, dan CPIN yang menguat 10,28%.
Di sisi lain, ada beberapa saham yang menjadi penekan utama indeks. Saham BRMS mengalami penurunan paling tajam sebesar 14,56%, diikuti oleh AMMN yang melemah 8,89%, serta DSSA yang turun 8,03%.
Meskipun IHSG mengalami penurunan, investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih. Di pasar reguler, nilai net buy asing mencapai Rp177,51 miliar, dan jika dihitung dari seluruh pasar, total pembelian bersih asing mencapai Rp1,02 triliun.
Dari segi sektor, mayoritas sektor berada dalam zona merah. Sebanyak 8 dari 11 sektor mengalami penurunan. Sektor teknologi mengalami penurunan terdalam sebesar 2,34%, sedangkan sektor keuangan mencatatkan kinerja terbaik dengan penguatan 0,45%.
Berbanding terbalik dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat justru menunjukkan penguatan. Indeks Dow Jones naik 0,83% ke level 46.946, S&P 500 menguat 1,01% ke posisi 6.699, dan Nasdaq naik 1,22% menjadi 22.374. Namun, ketidakpastian masih membayangi pasar global, dengan tingginya volatilitas di pasar komoditas dan saham.
Tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih cukup kuat, terlihat dari penurunan indeks ETF Indonesia EIDO yang terkoreksi 0,71% dan indeks MSCI Indonesia yang melemah 2,37%.
Di sisi positif, terdapat berita baik dari sektor pertambangan emas. Market Vectors Index Solutions (MVIS) mengumumkan bahwa tiga emiten tambang emas Indonesia, yaitu Archi Indonesia (ARCI), Merdeka Gold Resources (EMAS), dan J Resources Asia Pasifik (PSAB) resmi masuk dalam indeks global MVIS Global Junior Gold Miners Index (GDXJ). Ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur perusahaan di mata investor global. Namun, Bumi Resources Minerals (BRMS) belum berhasil masuk dalam indeks tersebut meskipun mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan.
Secara teknikal, saham BRMS masih berpotensi melanjutkan koreksi menuju area Rp650, terlihat dari pola pergerakan yang menunjukkan sinyal negatif.
Merdeka Battery Materials (MBMA) juga mengumumkan rencana buyback saham hingga Rp1,70 triliun dengan target maksimal 1,80 miliar lembar saham. Program ini dijadwalkan berlangsung dari 17 Maret hingga 16 Juni 2023. Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar diperkirakan akan turun menjadi sekitar 106,19 miliar lembar.
Rekomendasi saham hari ini antara lain:
- CPIN - Buy 3900-3930 | TP 4020-4090 | SL 3680
- CYBR - Buy 1420-1430 | TP 1470-1500 | SL 1340
- IATA - Buy 75-77 | TP 79-82 | SL 70
- RATU - Buy 4810-4820 | TP 5000-5125 | SL 4500
- SCMA - Buy 268-270 | TP 280-284 | SL 252
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi dengan bijak.
Pasar saham Indonesia mengalami tantangan di tengah penguatan bursa global. Meskipun beberapa saham menunjukkan performa baik, ketidakpastian masih membayangi, yang membuat investor harus tetap waspada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026